Rabu, 01 Mei 2013

Menata Malam




menata malam dari meja makan
dua bungkus mie instant kusaji
buah kasih anak semata-wayang
melahap sampai tandas
tanpa kata tanpa suara
hanya tersisa puisi di senyumnya

Dps02022013

Gerimis Malam




gerimis di luar membasahi seluruh malam
jiwaku telanjang dalam kesendirian
hanya sepi yang menjamah setiap lekuk kelam
di mana tubuhku terburai dalam kekosongan


Dps28012013

Senjaku Melepuh







membaca dalam bahasa senja
ketika melepuhkan angan
dari siang yang memanggang

tak ada puisi yang bisa kutayang
tetapi kucoba untuk memahami
meskipun dengan erangan

( di manakah engkau gerangan…)


Dps18012013


Mengendap






malam mendekapku dalam dingin
aku merayap dikedalam liang gelap
di belakang senyap
kau diam-diam menyelinap


Dps18012013

Menjemput Matahari





pagi di luar jendela memang kelabu
tapi di sana ada suara burung melintas
dengan sayap yang bergegas

tak perlu cemas jika kau kemas
dengan bekal sebuah doa yang penuh ikhlas
di antara secangkir kopi dan sepotong roti
sebelum kau membuka pintu
dan melangkah pergi menjemput matahari



Dps14012013-ilustrasi: google

Tarian Malam




malam enggan berdiam dari diri
lekuknya mengankangi tubuhku
dari semilir angin yang dingin
meliukkan tubuhku mengajak menari
tarian purba yang sakral penuh imaji


Dps11012013

BERDAMAI





terjaga dari mimpi, kudapatkan
sisa pagi di rambutku, harum
kubentangkan dan kusisir
di depan cermin kesabaran
wajahku terpantul di sana
dengan seulas senyuman

: "selamat pagi, Nung?"
aku menyapa diriku sendiri
setelah lama berpisah

aku pun mengajaknya
duduk di ruang tengah
kusajikan secangkir kopi
: "Seruputlah... " bisikku

ah, tak ada yang paling indah
selain berdamai dengan diriku sendiri
dan meninggalkannya, di ruang tengah
dengan secangkir kopi
yang mengepulkan seluruh harapan



DPS 06022013