Rabu, 27 Mei 2015

SAYAP-SAYAP ZIKIR



seperti sayap-sayap angin
menghembuskan kidung surgawi
pada daun-daun telinga
membuatmu tak lagi tuli
dari panggilan illahi

seperti sayap-sayap cahaya
bersinar di pelupuk mata
tak membuatmu ria dan kufur
tapi melebur dalam rahmatnya

sayap-sayap doa telah melambungkanmu
ke dalam suka cita dan keikhlasan tak bertara
penyerahan diri di atas bentangan sajadah
dan zikir takbir keagungan asma-Nya




DPS 28 05 2015

Senin, 25 Mei 2015

MENGGARAMI LAUT


apakah kau yang telah menggarami laut
dan menambatkan perahu di teluk
setelah melepas para pengungsi
di sela-sela dada ombak yang membusung
di mana gairah hidup dipertahankan


lihatlah para lelaki dan perempuan menggelepar
di atas palka tanpa nakoda dan mata angin
di antara terjangan kecemasan dan harapan
hanya untuk memunggungi tanah kelahiran
karena tak dapat lagi memikul beban persaudaraan

apakah kau yang telah menggarami laut
hanya untuk mengasinkan rasa kasih dan cinta
dari setiap kuluman untuk mengucapkan kebenaran
setiap kepercayaan sebagai sebuah keyakinan
di permukaan dada laut yang selalu terbuka

seperti berabad-abad yang lalu, anak-anak perahu
melintasi buih-buih peradaban hanya untuk mencari
tanah perjanjian yang hilang di mana napas kemanusiaan
dihembuskan dari palung-palung kealpaan
tempat tiang garam selalu ditegakan sebagai penyesalan
atau mungkin dalam bisikan doa pengampunan



DPS 25 05 2015 - ilustrasi : google

Minggu, 17 Mei 2015

MADAH AKSARA





Madah itu kubaca dalam desah
Tentang bulan tak berwarna
Pucat pasi di singgasana malam
Di antara celah perbukitan
Ketika kau terhimpit dalam kesendirian

Di bangku tempat menduduki kesunyian
Jangan lafaskan aksara duka
Biarkan waktu memucat di pelupuk mata
Kesenduan itu bukan angkara

Seperti kabut dihembuskan angin
Berzikir di kedalaman waktu
Goresanmu adalah sebuah pertanda
Kearifan menerima luka seikhlasnya



DPS 17 05 2015

Sabtu, 16 Mei 2015

PROSTITUSI ON LINE


ada sebuah lokalisasi di dunia maya
tak dapat kau lokalisir pada dunia nyata
tempatku menggeliat dalam cahaya
menjadi lekukan-lekukan bayangan
di atas 100 juta piksel perdetik
sebagai sebuah transaksi tersembunyi


down-load dan up-loadlah diriku sesukamu
hingga kau dapat menjamah setiap kecepatan kbps
agar tak sekedar mendesah di atas tubuhku
tapi mengerang dengan kesintalan quota
berapa giga bait pun yang kau inginkan

itulah sinyal-sinyal yang dapat kau tangkap
di tempat di mana pun kau berada
dan aku menjelmakan diriku sebagai artis
atau mucikari dari sebuah dunia yang maya

di sana aku menayangkan diriku
untuk menyemburkan seluruh hasrat impianmu
hingga di balik dinding kamar-kamar hotel
tempat membungkus naluri kemewahan
dengan peluh yang mengalir dari setiap pori-pori
hingga seluruh sinyal padam
kau pun terkapar dalam diam



DPS 16 05 2015 - ilustrasi : google

Jumat, 15 Mei 2015

BENANG YANG BASAH


jangan pernah kau ulurkan lagi benang panjang itu
hanya untuk sebuah layang-layang yang melayang
sebelum putus di tangan dan menyisakan penyesalan

tetapi ulurkanlah benang panjang itu agar dapat kurajut
hingga menjadi kenangan untuk pelapis pelaminan
di mana kita kelak bersanding dalam peraduan

jangan kau biarkan benang itu putus dan kusut di tangan
dan jika benang itu basah, jangan kau tegakan
sebagai sebuah alasan karena pengingkaran




Denpasar. 14 05 2015

Jumat, 08 Mei 2015

PEREMPUAN BIASA


haruskah aku memerahkan bibir dengan lipstik
dan memupur wajah dengan bedak
haruskah aku mengaris lengkungan alis
dan menempelkan sipat di pelupuk mata
haruskah aku mengurai rambut
hingga membentang sepanjang usia


sudah terlalu lama aku tak mengenakan gaun
melangkah anggun dengan sepatu hak tinggi
melihat bayanganku memantul di cermin
karena waktu telah menimbun setiap lekuknya
tanpa dapat lagi kau memuja setiap sudutnya
atau mengerlingnya secara diam-diam

mungkin lebih baik kau memang mengenalku
bukan sebagai sebuah citraan, sebuah ilusi
atau sebuah ruang imaginasi yang lindap
hanya dalam kesemuan semata
tapi kau melihatku dari sudut mata hatimu
jika aku adalah perempuan biasa yang bertahan
untuk terus melangkah d luar batas dirinya



DPS 11 05 2015 - ilustrasi ; google

Rabu, 06 Mei 2015

LEMPUNG


dari tanah kembali ke tanah
hidup adalah lempung
di atas roda putar, dibentuk
oleh jari-jari waktu
dimatangkan perapian
setelah ruh dihembuskan


dari tanah kembali ke tanah
memadat atau mencair
menjadi batu atau lumpur
berdiri teguh atau hancur
mendaki atau berkubang
hanya musim yang menentukan
di mana awal dan akhir tujuan

dari tanah kembali ke tanah
dari ketiadaan menuju keabadian



Denpasar 06 06 2015 - ilustrasi ; google

Senin, 04 Mei 2015

DI PENGHUJUNG MUSIM


haruskah aku menjelma laron di awal musim penghujan
sekadar mencari cahaya hingga sayap-sayapku terlepas
haruskah aku melepas gaunku seperti melepas ujung musim
sekaar menggapai impian yang raib setelah terjaga
hanya mendapatkan diriku dalam ketelanjangan waktu


padahal kau tahu jika waktu telah menyeretku begitu jauh
meskipun tak ada sayap di punggungku yang telah memar
di panggang oleh matahari yang hanya menciptakan bayangan
pada setiap langkah serupa dengan setiap lekuk tubuhku
tanpa dapat mengingkarinya dengan wujud yang lain

di ujung musim selalu aku dihadapkan pada pilihan
berada di dalam liang kegelapan atau memburu cahaya
menjelma sebagai laron dengan sayap terlepas atau
tetap sebagai rayap untuk merapuhkan setiap tiang penyangga
dan melahap semua aksara sehingga tak dapat dibaca

di sanalah mungkin aku menetap dan berdiang diri,
meskipun mungkin itu bukan sebuah pilihan
tetapi setidaknya aku sudah menentukan sebuah jalan
bukan di lorong yang gelap atau yang terang
bukan sebagai wujud nyata dari sebuah bayangan

mungkin aku hanyalah sebuah interpertasi
dari setiap apresiasi yang kau imajinasikan
sehingga aku menjadi lebih nyata bagimu
meskipun pula hanya sebagai sebuah imajinasi
di mana dapat kau setubuhi sesuai kehendakmu



Denpasar 04 05 2015 - ilustrasi : google

Jumat, 01 Mei 2015

HASRAT


Buih-buih yang kuterjemahkan
di sepanjang hamparan pantai
telah membuatmu gelisah dan membuncah
di seluruh teluk dan tanjung
hanya sekedar mencari kedalaman laut
di mana kau dapat bersemayam


tambatkanlah, sebelum ombak surut
dan hanya membuatmu terkapar
di pantai yang tak bernama
dan menyesali diri karena tak dapat
menuai setiap lapisan ombak
tempatmu mengulungkan kenangan

sebelum aku memanggilmu berulang-ulang
seperti pekik camar di punggung ombak
hingga yang tercabik hasrat yang tertunda
di mana kita pernah mengail makna
untuk setiap aksara yang kita tuangkan
dan menjadi cangkang kerang tanpa isi


Denpasar 02 05 2015 - ilustrasi : google