Selasa, 30 April 2013

Kembali ke Sangkar




seperti burung terlepas dari sangkarnya
aku terbang menyusuri garis matahari
menyiangi seluruh impian hari ini
meskipun waktu serasa enggan berbagi

dan jika sayap-sayapku terbakar
oleh cahaya yang tak terperi
biarlah kupersembahkan sebagai mahar
untuk cintaku yang tak berbagi

sebab bagiku janji adalah pasti
tak bisa ditukar dan ditawar dengan ingkar
apalagi memilah-milah sebuah hati
hanya untuk mencari alasan salah dan benar

meskipun aku seekor burung yang terbang liar
dengan setiap helai sayap yang telah terbakar
aku akan tetap kembali ke dalam sangkar
dengan hati yang penuh ikhlas dan sabar


Dps04022013-ilustrasi: NA


BAHASA KALBU



tak lagi kutawarkan tubuhku pada malam
hanya untuk mengurai seberkas impian
tak lagi kutanggalkan keyakinanku
hanya sebagai penawar kesangsian

biarlah malam berhembus di luar sana
pergi bersama kaki-kaki hujan yang menjauh
biarlah aku berhadap-hadapan
dengan kesepian yang ditinggalkannya

sebab kini kutahu bagaimana menjaga rindu
dari kecemburuan yang membelenggu
sebab kini kutahu, kelak pun kau tahu
jika cinta adalah puisi bahasa kalbu

maka biarlah waktu mengalir tak berujung
meskipun mungkin tak sampai ke hulu
tapi kau pernah menjadi bagian dari hidupku
di mana kita saling merayu dan bercumbu


Dps06022013

Gerimis




jika kau adalah hujan,
kaulah yang membasuh bumi
dari kehidupan yang gersang

jika kau adalah gerimis
yang tercurah dari sudut bola mata
kau adalah kasih yang meluruhkan
kekerasan sebuah hati



Dps05022013

Gelisah




aku tak mendengar bisikan
dan desahan tajam dari kekasihku
selalu saja ia bergegas menyelinap ke balik waktu
dan menghilang di sana
ataukah kau telah jemu menunggu di ujung waktu

jangan kau ragu
tapi aku juga manusia biasa terkadang rapuh
kegelisahanku terkadang menyakitimu

dengarlah bisikku yang mengulum rindu
dalam benaman setiap kasihmu
aku semakin kuat ingin menggenggam tanganmu



Dps05022013

Di Balik Persemaian




rimba kenangan adalah milik kita
di sana kita pernah tersesat bersama
pada saat aku perawan dan kau perjaka
di mana aksara kita saling berkelindan
melewati batas mimpi dan harapan
hingga ke daerah-daerah tak bertuan

tapi kau kemudian menyudutkanku
pada sebuah ilusi yang tak kumengerti
jika aku telah ingkar janji sehati
dan kau berkisah tentang sebuah dongeng
seorang pangeran yang menyelinap
di antara bayaganmu dan bayanganku
di kebun cinta yang kita semai bersama

jika gerimis turun dari sudut-sudut mataku
ia tak turun sebagai hujan tapi embun
di mana aku ingin membasuh separuh hatiku
karena telah meranggas di belahan jiwamu
dan masih tumbuh setangkai bunga di situ
dengan putik serbuk madu
hingga kau tak sekedar memahamiku
dengan naif dan lugu

dan jika aku datang padamu
bukan untuk kembali dan menagih janji
dari aksara-aksara cintamu
bukan pula ingin menyunting yang layu
dengan penuh bujuk rayu
tapi aku hanya ingin tahu kau sehat selalu
meski tak ada aku di sampingmu


Dps02022013-ilustrasi:NA

Senja dari Ruang Tengah





baju daster yang aku kenakan di ruang tengah
seperti menempatkanku di antara perabot rumah
teronggok di antara tumpukan kesunyian

dan cahaya yang memantul dari atap rumah
tak dapat menyiangi wajahku yang pucat
hingga sisa hujan siang yang membasuhku
serasa masih berdenyut di ubun-ubun kepalaku

di ruang ini aku merasa seperti telanjang
dan menari dalam kesendirian
bukan sebagai seorang perempuan
di antara aksara yang dihembuskan
dari kegelisahan merajam untuk dilampiaskan

haruskah aku melepaskan senja ini
seperti aku melepaskan tali dasterku
dari kecemasan yang menjerat
seluruh keyakinanku dari seluruh aksara
yang terangkai tanpa jenis kelamin

sekali waktu, aku ingin mereka mengenaliku
bukan dari kebinalan aksaraku yang sekedar
menyemburkan ke jantanan dari jenis kelamin lain
tapi dari ikatan rasa bahasa erangan yang sama
sehingga mereka dapat memaknai apa adanya


Dps02022013/ilustrasi:na

Belukar Mawar





kau selipkan resah di selangkangan malam
di antara rumput liar yang kau hampar
di sekujur tubuh kesunyian
kau taburkan seluruh tanda-tanda
metaformu yang binal
memasuki seluruh pangkal rahasia
di mana liang magma menganga
mencari semburan makna

dan kau pun tiba di belukar mawar
yang kelopaknya menguncup dan merekah
dengan keharuman yang menjarah
seluruh keyakinanmu goyah dan basah
oleh hasrat yang membuncah
dan tersesat di bukit yang membelah

di sana kau pun timbul dan tenggelam
seperti pesulap dengan tongkat rahasia
mencoba menyulap setiap aksara
mengukur setiap peristiwa
hingga jauh ke dasar dinding makna
di mana naluri purba menjadi gema
di relung-relung gua hira
memantulkan erangan-erangan bersabda

: kini aku di puncak seluruh jazirah
kegairahan dari awal peradaban manusia
disemburkan dari letupan sperma!

dan kau pun terkulai seperti sepotong sosis
di altar malam yang membentangkan
kekelaman dan kesepian abadi sebagai
penanda terakhir dari peradaban manusia


Dps31012013-ilusrasi:NA

KUPU-KUPU PERINDU





haruskah aku menggeliat
seperti ulat di dalam kepompongmu
dan menjelma seekor kupu-kupu
dengan sayap-sayap penuh kerinduan

haruskah kuhirup serbuk cinta
dan memutiknya dari kesepian hati
sehingga tiba di ujung musim semi
di mana seluruh kasih merekah

pada selembar daun bertabur embun
aku sejukan harimu yang rawan
agar kau tak tergelincir oleh kesemuan
dan kau tahu harumnya keabadian cinta

dan jika musim bunga berlalu di luar musim
kau pun tak perlu menyesali sebagai kealpaan
ketika kelopak-kelopaknya terlepas
tapi sebagai sebuah kenangan indah

jika kemudian waktu tumbuh di luar musim
kau setidaknya pernah berada bersamaku
di sebuah musim yang lain meski sekejap
sebagai seekor kupu-kupu perindu



Dps31012013

Perempuan Jelaga







hampir semua impian kutanggalkan
dan seluruh desah sudah kupekikkan
hingga nyaris tak ada lagi suara tersisa
dari pengembaraan hidup yang sia-sia

kini aku hanya ingin mencoba menyapa diriku
jika aku ada di antaramu tanpa berpaling
tetapi kau telah menjadi batu tua yang rapuh
yang selalu melemparku ke masa lalu
sehingga aku harus terus bersembunyi di sana

lihatlah diriku yang penuh jelaga
tak pernah kau basuh dengan bisikan mesra
setiap kata menjadi sembilu kau tanam di relung dada
dan kau semai bukan dengan pengertian tapi dogma
di mana aku terpasung selamanya

terkadang aku ingin melangkah sendiri
menyebrangi kesendirianku
bebas dari seluruh kecemasan
tapi aku tak dapat melepasmu
rapuh dalam kesendirian
karena sisa-sisa harga diriku
sebagai perempuan belum kulepaskan
dan kau seharusnya tahu itu...



Dps28012013-ilustrasi: NA

Di Celah Malam



pukul dua belas dini hari
aku menguapkan seluruh waktu
yang masih tersisa di rongga mulutku

malam pun terselip
di celah-celah dadaku
menyembunyikan debar
dari setiap aksara yang terbakar

:'cepatlah!" bisikku
di belakang waktu
menolehkan kecemasan

sunyi pun serasa menebar
di sekitarku menghembuskan
udara dingin mulai mendekapku

haruskah aku menggigil
dalam kesendirianku?
tanpa aksara sebagai
penghangat hatiku




Dps27012013

Rebah di Bibir Senja


senja di bibirmu merekahkan
percakapan yang hangat
kau mengecup seluruh impianku
dari masa lalu ketika aku terbuang

kini aku dapat tersenyum
dalam setiap kuluman puisi
yang kau bisikan
sebelum malam menutup hari
membuatku tak lagi gamang
menanti malam membawaku
ke pelaminan impian baru

meskipun kau berada
di seberang impian
aku telah menyiapkan
sepotong senja untukmu
untuk kita nikmati bersama
sebagai sebuah dongeng
di mana semua impian
dapat kurebahkan
dengan penuh rasa nyaman


Dps27012013

MENGENDAP MALAM YANG DEMAM




mengendap di malam yang demam
aku pun menunda kerinduan bersidekap
dalam percakapan yang hangat
setelah badai reda dan tawa terurai

malam ini aku menunggumu di pintu impian
dengan seluruh aksara puisi yang tersisa
berikan aku sedikit makna, meskipun
hanya dengan desahan yang samar
agar kerinduanku lunas terbayar


Dps26012013

Igauan Sebuah Cermin





berdiri di tepi ranjang malam
aku seperti berdiri di tepi impian
berdiri di depan cermin
aku seperti berdiri di depan kekelaman
malam telah mempersolek diriku
menjadi sebuah bayangan
dari sebuah dunia yang maya

di sana aku bisa menari
dengan penuh kebebasan
hingga aku dapat menyetubuhi
seluruh aksara yang hilang
dari sebuah dunia yang nyata

aku meliuk, menggeliat dan mengerang
dengan bahasa yang paling betina
hingga basah seluruh kelamin kata-kata
para pejantan yang dikebiri kecemasan
dari kehidupan yang gamang
dan hanya dipenuhi rayuan aksara
tanpa kelamin dan tanpa harapan

meskipun aku harus berdiri di sana
di tepi ranjang malam, di depan cermin
di mana aku sendiri tak lagi perduli
dan nyaris tak mengenali
lekuk tubuh kehidupanku sendiri
karena telah terjabik oleh impian
serta tatapan mata yang jalang
dari sebuah komoditas kehidupan
tanpa melihat lagi keberadaanku
di mana keperempuananku tersimpan
dan aku menerjemahkan semua
dengan penuh keikhlasan



Dps25012013

Terpasung




kau yang mencoba meniduri
seluruh impian
dari sebuah dunia yang maya
masihkah kau menyimpan
cermin yang hilang
dari sebuah dunia yang nyata?

kini, aku melihatmu seperti
sesosok bayangan yang terkoyak
oleh kesepian yang membarut
di sekujur tubuh hingga kau
tak dapat lagi mengenal
sebuah dunia yang nyata
di mana kau berawal

dengan erangan napas tersenggal
kau mencoba menyeret
seluruh sisa keyakinan untuk mencari
cermin yang hilang di balik kelam
tapi di sana kau seperti melangkah
pada sebuah jalan tak berujung

: "aku lelah," bisikmu
dengan suara yang datar
dan ingin berpaling
dari seluruh kepasrahan
tetapi membuatmu terpuruk
di ruang ketiadaan
dengan tubuh terurai
oleh cinta yang selalu lalai
karena kau telah terbuai
oleh sebuah dunia yang penuh
gemerencing rantai

di sana kau pun terpasung
dengan hati yang tak dapat direlai
karena keikhlasan yang masai
dari ilusi-ilusi impian
yang tak dapat kau gapai
sekalipun dalam sebuah igauan
karena hatimu tak berdamai




DPS22012013-ilustrasi: NA

Di Balik Kenangan




jika aku melambaikan tangan
dari balik kenangan dan impian
dari sebuah dunia yang maya
raihlah lambaianku dengan senyummu
dan jangan kau lipat hatimu
sebab di situ kenanganku bersamamu
tersimpan dalam catatan harian

percayalah padaku
dengan sepenuh keyakinanmu
jika aku tak berpaling darimu
apalagi menghianati kasihmu

dan bermimpilah tentang aku
sebagai pelepas rindumu
sebab disetiap serpihan cermin
kau selalu hadir dengan kasihmu
membasahi jiwaku yang kelu

sebab kau adalah pejantanku
dari keliaran imajinasi setiap aksara
yang kau bisikan di telingaku
takkan hilang dalam kenangan
di mana kita pernah bersanding
dengan ikatan desahan aksara yang sama



Dps23012013

Pelaminan Riindu




malam yang kugamit tanpa pamit
di sudut ruang yang hening dan syahdu
mengalir seluruh kenangan kedalam kelam
di atas plaminan rindu saat kita bertemu

akankah kau hadir dalam impian
dengan bisikan-bisikan yang tajam
hingga aku mengerangkan aksara
yang membasuh seluruh tubuhku?

( aku akan menunggumu
dengan penuh kesetiaan
di sini di selangkangan malam... )


Dps20012013

Bergelung Harapan





sinar matahari itu telah membakar seluruh impianmu
di lautan yang luas di mana petualang itu
telah melepas sauhnya di atas ayunan ombak
kau pun terbuai dalam sebuah pengembaraan tanpa batas
hingga kecemasan melambungkan jiwamu yang retas
dan membuatmu hanya dapat bersandar
pada kenangan yang hanya menorehkan luka
yang mebalur di sepanjang langkahmu

waktu pun seketika berhenti hanya pada sebuah harapan
di mana kesetiaan sebuah bayangan yang menyelinap
di antara puisi yang berserakan dengan erangan tertahan
kemudian mati dan terkubur di antara cahaya bulan purnama
dengan kisah panjang yang dinyanyikan kanak-kanak
di bawah malam ketika menyinari teras rumahmu
tapi yang kemudian terdengar hanya kesunyian yang mengambang

dan kau pun tersesat dalam sebuah pertanyaan sekelam malam
yang telah menyembunyikan seluruh bayangan impian
hanya dengan kerlipan bintang di selangkangan malam yang kelam
kau mencoba bergelung dengan sisa impian
jika kelak kau akan bergenggaman tangan di buritan harapan
dan menyatukan seluruh keyakinan agar tak tergoyahkan




Dps20012013/ilustrasi :NA

Menyusuri Jalan Setapak



jalan setapak yang kau sibak
kini kembali merebak
dari bisikan sajak yang kusimak

di sana, di jalan setapak
berkelok dan menurun ke sungai
mengalirkan kembali kenangan

kau pun asyik membaca
tanda-tanda musim
pada tanah yang retak
dan daun jati yang luruh
di terbangkan angin

dan kau terpesona
pada kibasan sayap kupu-kupu
menghambur penuh warna
melengkapi musim bunga

ketika aku bersijingkat
dan menyelinap di balik perdu
kau hanya tergugu
mencari rupaku di sela waktu

di telaga itu baru kau tahu
ketika aku membasuh wajahku
ada masa lalumu
di bening mataku

padahal aku telah menanggalkan
seluruh topeng dan impianku
hanya untuk ketulusan hatimu
tapi tak pernah kau tahu itu


Dps19012013/ilustrasi:: NA

Senja terpejam di mataku



seseruputan kopi di senja yang bisu
membiaskan bayangmu di kepulan asapnya
aku hanya terdiam dan termangu
menanti malam mendekapku
dalam lamunan tentang dirimu

masih kuingat pada saat itu
ketika hujan menderu
kau menyeberangi rindu
hanya untuk menyeruput senja
bersamaku di cafe itu

dan aku kini menunggu
kapan senja itu kembali padaku
kau duduk di sebelahku
dengan senyum malu-malu
mengurai cintamu padaku

seraya mengecup keningku
aku pun memejamkan mata
seperti senja mengatupkan cahayanya
kita larut di malam yang syahdu


Pulauparadewa19012013

Betinanya Malam




seekor anjing betina lahir dari rahim mimpiku
membiakkan kecemasan di setiap sudut rumah
menjilat setiap tulang makna yang di lontarkan
dari kata-kata yang paling hina
ke sudut lorong yang paling kelam
tanpa dapat bisa menyalak setiap ungkapan
kecuali mengulumnya dalam diam
dengan penuh kepasrahan yang terbenam
dan lolongan panjang di antara kebisuan

seekor anjing betina menyusuri lorong paling kelam
mengangkangi malam dengan bisikan tajam
mengumbar kemarahan dengan tatapan jalang
menerkam seluruh impian tanpa menyisakan kenangan
sekedar menyetubuhi setiap kesangsian
hanya untuk menyiangi setiap keyakinan
dari kehidupan yang paling gamang
seperti seorang pelacur yang kehilangan pelanggan


seekor anjing betina tak lagi punya impian
dari remah-remah cinta dari sebuah rumah
yang hanya dipenuhi mozaik-mozaik pertengkaran
tanpa dapat melepaskan rantai yang mencekik
setiap hembusan untuk sekedar menghirup
sedikit kebebasan selain menyelinap
dan menyuruk ke dalam persembunyian
di antara lekukkan hati di mana
kelembutannya tersimpan dengan rapih
tanpa pernah ada yang dapat menjamah
dengan penuh keikhlasan



Dps18012013-ilustrasi:google

Menuai Badai Cinta







kau selalu menghembuskan
dalam diriku badai cinta
kadang kau melambungkanku
hingga aku terbuai
kadang kau menghempasku
hingga ke dasar kebencian

kadang kau membuatku tersenyum
kadang kau membuatku menangis
kadang aku tak tahu apakah
aku sedang menangis dan tertawa

tapi kita terus saja berlayar
menempuh seluruh impian
sesekali bertemu
di dermaga kerinduan
mamagut seluruh kesepian
menjadi erangan dengan bisikan
penuh rayuan aksara
jika kau dan aku tak dapat direlai
dari badai cinta yang kita tuai
dengan ketulusan hati bersama



Dps16012013/ilustrasi: NA

PELAMINAN IMPIAN



malam adalah pelaminan
di mana rindu direntangkan
dan hanya dapat diterjemahkan
di dalam setiap impian

puncak erangan dan bisikan tajam
adalah keheningan yang dalam
yang hanya dapat dirasakan
dengan tatapan mata terpejam

malam adalah liang imajinasi
yang dapat ditulis dengan aksara
jauh melampaui batas-batas impian
dari sekedar yang kau inginkan

dan di sana jantungmu
berdenyut dan berdebar
lebih keras dari semua igauan
dari sebuah dunia yang nyata

seperti malam yang selalu
merayu senja
rahasia cintamu pun
ditaburi oleh rayuan

dan di puncak malam
bintangmu akan berkedip
dengan seuntai senyuman
yang melenakanmu


Dps15012013-ilustrasi: NA

ORGASME MISTIK





haruskah kau mengenalku hanya dari
ukuran buah dada dan pinggulku
bukan mengenal isi hatiku

haruskah aku menanggalkan seluruh
penutup tubuhku hanya untuk
memahami ketelanjang jiwaku
karena setulusnya mencintaimu

haruskah aku meliukkan seluruh ragaku
hanya untuk melampiaskan nafas rindu
di antara celah-celah waktu

haruskah aku dan kau selalu mengendap
di lorong-lorong yang becek dan basah
untuk mencapai orgasme mistik yang banal
hanya karena imaji-imaji yang liar

seharusnya, ketika kau melihat diriku
menanggalkan seluruh penutup tubuhku
dan menggeliat dengan nafas rindu
di lorong-lorong becek dan basah
kau seperti juga melihat dirimu sendiri
karena kau dan aku adalah satu



DPS13012013-ilustrasi: NA

Jangan Kau Tepis Aksaramu







pagi yang basah
pada lipatan daun
penuh dengan berkah
mengapa kau sumpah
dengan sapa yang resah

petiklah seluruh kata
biakan dengan seluruh rasa
meskipun kau harus melata
dan meronta mencari makna

jangan kau menista kata
karena awal mulanya adalah kata
untuk kau baca setiap tanda
di balik kehidupan yang papa
jika kau ada di sana
dengan keikhlasan terbuka




Dps13012013/ilustrani:na

Aku Bukan Teratai Putih





bunga teratai yang putih dan cemerlang
akan tumbuh di air yang tenang
daunnya pun akan mengembang
dalam kehingan penuh ketentraman
menengadah pada langit biru
membentangkan kedalaman harapan

para pujangga telah menorehnya
dengan seribu aksara,
dengan pantun dan seloka
dengan bahasa-bahasa penuh rahasia
seperti seorang gadis jelita
pada daun-daun lontar dan kulit kayu
dipuja dan dipuji dengan airmata

dan aku bukanlah teratai itu
yang dibasuh dengan aksara
aku hanyalah wanita biasa
yang melangkah di jalan panjang
di lorong-lorong kehidupan
penuh rahasia bayangan
jatuh dan bangun di atas kehampaan
memintal kesunyian waktu
dan selalu kehilangan kerinduan
dari setiap harapan

maka jangan salahkan aku
jika kerinduanmu hanyalah
sebuah perselingkuhan
dari kesetiaan yang dinisbihkan
hingga ke pusar malam
di mana kelak kau hanya mengerang
dalam ruang kehampaan
di dalam sebuah pertemuan
yang mungkin
tanpa jejak dan tanpa makna



Dps11012013-ilustrasi:NA

Secangkir Kopi Malam



kau yang meneguk malam
dari secangkir kopi tanpa impian
dari gula yang kau tambahkan
tak teraduk oleh imajinasi
wajah kekasih yang mengabur
dalam kenangan

seruputlah kesendirianmu
hingga bibirmu merekahkan
seulas senyuman
maka manisnya malam
akan terhirup ke lubuk kenangan
tempat kekasihmu selalu berdiang




DPS11012013-ilustrasi:NA

Aksara Sebatang Randu




pohon randu yang tumbuh
dalam kenangan
kini berbuah sajak yang berjejak
di mana seluruh impian
menapak dari yang semula
tak nampak menjadi nampak

di bawah kenangan pohon randu
menjulang seluruh impian
di mana langit biru mengangkang
ditaburi awan seperti kapas
yang disulam dari setiap buah randu

di bawah pohon randu
sajak-sajakmu pun melayang
seperti kapas diterbangkan angin
ke seluruh penjuru ingin
mewartakan seluruh kenangan
yang telah terjalin sebagai benang
pengikat seluruh harapan
meskipun retas dan rapuh
dalam kesepian yang merajam

di bawah pohon randu
kau teduhkan seluruh resah
menjadi bara dari setiap aksara
yang merambah jauh
ke balik setiap lekuk rasa
yang tertunda dan teralpa
karena hidup harus terus dibaca
dengan bahasa mantra
jika kau selalu ada




Dps10012013

Malam Menabur Kecemasan





malam hanya menaburkan kecemasan
dari atap-atap impian. aku mencoba tengadah
tapi aku diburunya hingga terlempar ke atas ranjang
dan aku mencoba menyelimuti diriku
dengan sedikit perasaan nyaman

tapi angin dan hujan terus mengintip
dari celah-celah kelam
lewat sms kekasih badai itu menyelinap
meluruhkan gerimis di mataku
menjadi hujan bisikan penuh rayuan

aku pun tak dapat mengelak. kecuali menggeliat
tak dapat kutepis bisikannya yang lebih ritmis
dari gerimis di luar sana, hingga
membuat malam hanya bertambah kelam
tetapi membuat hatiku merasa lebih tentram
di dalam pelukan aksaranya

dan aku pun telanjang dalam keikhlasan
membuat mataku terpejam dalam buaian
hujan dan angin pun mereda di luar sana
aku pun terlelap dalam seluruh impian
di mana hati yang bimbang kembali menerawang
meskipun dengan senyuman yang terpanggang
oleh imajinasi yang tak terbilang
menembus seluruh batas pandang



Dps10012013/ilustrasi :NA

AKU ADALAH PEREMPUAN







aku adalah perempuan yang selalu
diselimuti kabut sutra unggu
tapi aku bukan seekor ulat yang menggeliat
di dalam kepompong
dan aku tak akan pernah menjelma
menjadi seekor kupu-kupu

aku adalah perempuan yang menjelma
dari setiap aksara penuh tanda
pada awal dan akhir kehidupan
penuh dengan rahasia yang tak dapat
diterjemahkan oleh seorang penyair pun

aku adalah perempuan yang telah
mengangkangi malam purnama
dengan bisikan-bisikan paling tajam
dan erangan paling kelam
hingga para pejantan kehilangan
kelamin impiannya di ujung pekikkan

aku adalah perempuan yang dapat
mengenakan jubah impian paling bercahaya
menjadi peri segala kesangsian
dari harapan-harapan yang tertunda
menjadi nyata di pelupuk mata
hingga kau meratap tanpa daya
untuk menghianati semua kesetiaanmu

aku adalah perempuan yang lahir
dari rahim cahaya dan kegelapan
sebagai bayangan yang menyelinap
dari setiap langkah tanpa
meninggalkan jejak dan keyakinan

aku adalah perempuan dari segala
perempuan yang menyimak kesetiaan
dengan seluruh ketabahan dan keikhlasan
hingga kehilangan kondrad sebagai
perempuan untuk diperempuankan
dari kejalangan hidup yang terabaikan



DPS08012013

Tersekap




hujan deras di luar, katamu
melalui telepon seluler
seperti mengabarkan kecemasan

tapi aku hanya mendengar
bisikan rindumu, mendesah
dengan suara bergetar
dengan irama yang basah

udara sangat dingin, bisikmu
melalui sms telepon selulermu
seperti mencatat kesepian hatimu

dan aku hanya membaca
pada layar lcd telepon selulerku
kau kehilangan sebaris puisi
sebagai penghangat hatimu

aku tak lagi perduli pada hujan
dan udara yang dingin
tetapi hatimu yang tersekap
di dalam kesendirian



Dps07012013

Ketika Luruh




telah kusapa seluruh impian yang tersisa
dari fajar hingga petang hari
tapi aku masih juga terkapar di sini
dengan tubuh yang luruh. terlipat-lipat
merajam seluruh persendianku
dan jiwaku yang lelah. haruskah aku pasrah?

di sini aku terbaring dalam hening
di ranjang yang hanya membentangkan kesepian
di manakah para kekasih yang dapat
membisikan seluruh harapan?
hingga aku dapat menggeliat
dari seluruh kesangsian?

kini aku hanya dapat mengerang
dan menyetubuhi kesendirianku
dengan desahan-desahan tertahan
bergumul dengan imaji-imaji aksara
yang masih dapat kucumbu dengan setia
untuk terus menyiangi diriku

meski pun aku hanya bertahan
dalam kekosongan ruang dan waktu
sebab aku tahu kau selalu ada
dan hadir dalam setiap langkahku




Dps05012013

Menyimak


kau yang telah menyimak
dan meretas duri dari bibir
sekelopak mawar
yang penuh rahasia malam
seorang perempuan
dengan goresan tajam
pada setiap aksaranya
gelunglah rambutnya

biarkan malam yang terurai
tak sekelam impiannya
biarlah dongengnya
mengalir sebelum kisahnya
berakhir dengan sebuah erangan
yang tajam dan tanpa suara

sebab aku tahu bagaimana kau
mendulang seluruh kisah
dengan penuh kasih
untuk sebuah hati



Dps05012013

Geliat tubuh



di bawah purnama
rasakan geliat tubuhku
jamahlah sampai ke lekuk malam
di mana aksara aku uraikan
dengan desah napas dari bahasa rinduku
dan erangan kan menghiasi pelaminan mimpi
menterjemahkan gairah purbaku

merayaplah dari bukitku hingga ke liang rahasia
biar kurasakan debar dan getar bibirmu
di mana gairah purbaku adalah mantra
dari setiap kata pada aksaraku

kau akan melambung bagai burung yang lepas
dan ketika kau mencoba menghisapnya
aksaraku akan semakin binal
membawamu ke langit bebas

melenguhlah menjelajahi aksaraku
di mana setiap kata kan kuurai penuh makna
dan kau kan semakin tersesat dalam gairahmu
kubiarkan kau berdiang dalam pesona misteriku

kau akan tahu kehangatannya
dari seluruh bentangan kesepianku
juga kesepianmu bergumul
mencari semburan gairah
dari seluruh makna erangan bersama




Dps02012013

SEKALI WAKTU



sekaliwaktu, aku ingin bicara tentang embun
pada pagi hari, membasuh setangkai bunga
dari debu yang menyelimutinya

sekaliwaktu, aku ingin bicara tentang matahari
pada pagi hari, menyaput seluruh permukaan bumi
penuh dengan kehangatan

sekaliwaktu, aku ingin bicara tentang hati
pada saat rindu membuatnya berbunga
penuh dengan kehangatan

sekaliwaktu, aku ingin bicara tentang cinta
dengan bahasa yang paling sederhana
tentang rasa yang apa adanya
dimana kau dan aku menerima adanya



Dps29122012

BARU KUTAHU





kini aku mulai menyadari
jika cinta yang di bangun
di atas aksara-aksaraku
hanya sebuah ilusi
dari negeri yang jauh

kini aku mulai menyadari
jika hanya ruang hampa yang tersisa
dari debur ombak sia-sia
dan pekik camar yang terluka

kini baru aku sadari
setelah senja jatuh
di balik kelamnya malam
hanya kekosongan di atas ranjang

kini baru aku sadari
ilusi tak seindah kenyataan di pagi hari
ketika aku terjaga dan tak mendapatkan
kau di sampingku seperti apa adanya

kini kau telah berlalu
dari sebuah dunia yang maya
tanpa pernah aku tahu
ke mana kau pergi untuk selamanya




Dpsdesember'12


WANITA MALAM







wanita malam terjaga dari lipatan mimpi siang
memoles bibirnya dengan lipstik warna senja
penuh dengan gumaman: ”saatnya mencari rejeki!”

wanita malam, melenggang di jalan kelam
dengan ayunan langkah pelanggan
di pusar malam yang semakin membayang
di mana birahinya menjadi mesin uang

wanita malam mengarungi setiap erangan
merengkuh dan menjamah setiap impian
hingga ke ujung malam
yang menikammnya berulang-ulang
sekedar untuk bertahan
tanpa pernah tahu sampai kapan



Dps28062012

Warna Senja



seperti langit kelabu di luar jendela
perasaan gundahku siang ini
menyekapku dalam gelisah yang basah
tak ada angin, pengap yang menyekap

di antara tiket yang menerbangkan orang-orang
ke negeri-negeri impiannya
dan aku masih duduk di sini, mencatat
setiap nama-nama yang datang dan pergi
bahkan mungkin yang tak kembali
dari kehidupanku yang tersisa warna senja

hingga kini kuingin sembunyi
meninggalkan pintu yang tak terkunci
dengan desah nafas yang berpacu
di antara masa lalu dan masa depan
di mana aku berdiri sekarang
tegak di antara kebimbangan dan keyakinan
yang menyatu dalam setiap helaan nafas
di jalan yang penuh keikhlasan


Dps06092012