Senin, 24 Februari 2014

Lelaki Bayangan


-- kepada Umbu Landu Paranggi


lelaki itu lahir dari sebuah tradisi bayangan
dengan bahasa puisi yang tak terbaca
lelaki itu menyimpan wajahnya di balik topi pet hijau
seperti menyimpan seluruh kehormatannya

lelaki itu selalu melangkah dengan sandal jepitnya
seperti melangkah tanpa meninggalkan jejak
lelaki itu selalu mengenakan celana biru tua
seperti membungkus dirinya sebiru langit malam

lelaki itu selalu mengenakan syal di lehernya
dari terpaan angin yang selalu menepis dirinya
lelaki itu selalu menyapa dengan bisikan dan senyuman
dengan makna yang dalam dari sekedar keramahan

lelaki itu adalah lelaki yang menuangkan dirinya
di antara busa bir yang mengapung
lelaki itu adalah lelaki yang membuka meja
dan menuangkan percakapan sederhana di atasnya

lelaki itu adalah lelaki yang telah menuliskan
mitos yang panjang dari sebuah tradisi yang hilang
lelaki itu adalah lelaki mambang yang selalu
mengajarkan rahasia kehidupan tentang keikhlasan

Denpasar2402 2014

2 puisiku tayang di Bali Post edisi minggu 22 feb'14


Jumat, 21 Februari 2014

Transaksi



aku tahu kau tak pernah merayuku
hanya dengan sebait puisi
tapi aku telah terperangkap
oleh seluruh aksara yang kau tuliskan
bukan dengan tinta dan kertas
tapi jejaring sosial fbmu
di sana tak ada kitab yang dapat dibaca
dari para pembaca yang tersembunyi

aku tak pernah membujukmu
dengan sebaris lagu
tapi melodi itu telah kau susun
dengan irama melayu
hingga aku berjoget
di loreng-lorong kota yang pengap
yang selalu kudengar setiap saat

kau memang telah menggodaku
meskipun tanpa setangkai bunga di tangan
sebagai modal utamamu
sebab aku punya segudang rasa cinta
untuk kau jual dan aku beli
sebagai sebuah transaksi



Denpasar 22022014

SESUNGGUHNYA



sekuntum bunga boleh lepas dari tangkainya
sebutir embun boleh menguap dari selembar daun
sinar mentari pagi boleh tertutup awan kelabu
seekor burung boleh kehilangan sayapnya

tapi aku di sini tetap berdiri dan tak akan pernah
kehilangan jejak cintamu dari seluruh kenangan
yang pernah kau persembahkan untukku
aku tetap membisikkan namamu meski lidahku kelu

sebab aku tahu, meskipun kau telah mencabik-cabik
seluruh diriku dan kenistaan membalur setiap inci tubuhku,
kau sesungguhnya mencintaiku
dan aku tetap menjaga kesetiaan itu padamu


Denpasar 21022014- ilustrasi : google

Kamis, 20 Februari 2014

Menyusuri

aku ingin kembali menyusuri jalan itu
dengan langkah yang ringan
dengan seulas senyuman
bukan karena kenangan

aku ingin kembali menyusuri harapan itu
bukan karena ada yang pernah hilang
tapi dari tempat itu aku tahu jalan
untuk pergi dan juga untuk kembali

aku ingin menyusuri kesaksian demi kesaksian itu
di mana cinta dan kasih sayang yang kau berikan
tak pernah terabaikan dan aku tetap dapat
tengadahkan wajahku penuh keyakinan






Denpasar 21022014- ilustrasi : google

My joe 7



Joe

keyakinanku telah tumbuh
dari sayap yang rapuh
pada kiblat langit yang terbuka
di sana telah kurentangkan
seluruh harapanku

sebab sabda langit adalah
kidung janji dari perjalanan kodrad
yang digariskan olehnya
dan terkandung pada setiap
denyut darah di nadiku
yang menghembuskan
seluruh napasku

dan aku akan melunasinya
dengan seluruh kerinduanku
sebab hanya itu memang
sisa yang kumiliki



Denpasar 21022014

My Joe 6




Joe,

jika pagi hanya menyajikan peristiwa sepi
pagutlah dengan pijakan hati
hingga kau tahu bagaimana
berdamai dengan diri sendiri

jika bayanganku terus mampir
dan hanya menciptakan badai
hingga merapok seluruh isi hatimu
bukankah itu memang inginmu

jika kau menikahi waktu
jangan sesalkan
ketika kau menyetubuhi kekosongan
dan mengerang dalam kesunyian


 
Denpasar 21022014

Ada Dan Tiada



jalan itu telah kutempuh
di antara kegelapan dan cahaya
membeku dan juga terbakar
dan hanya waktu pilihanku
menjadi sebuah putaran waktu

hanya dengan mengikuti mata angin
aku dapat memetakan kembali
seluruh jalan-jalanku yang hilang
meskipun mungkin aku tak tahu
apakah berada di masa depan atau masa lalu

juga aku tak perduli apakah
setiap pertanyaan menjadi jawaban
atau jawaban menjadi pertanyaan
sebab akhirnya semua bermuara
pada kisah yang sama

maka biarkan diriku berada
pada ada dan tiada
di antara ruang maya dan nyata
dan kau tetap menyapaku
dengan apa adanya



Denpasar 21022014