Jumat, 31 Januari 2014

Hanya Ilusi





masih kuingat senja itu
ketika duduk di sampingmu
aku ingin sekali mendengar
seluruh kisahmu terurai
hingga aku serasa dibelai

tapi waktu seperti kelu
kau tak juga bergeming
tak ubahnya seperti batu
kau menjadi asing bagiku
bahkan tak ada bisikmu
untuk sekedar mencumbu
aku pun sia-sia merayu

ketika senja jatuh di pelupuk malam
kau pun menyelinap di balik kelam
tak kau tinggalkan salam
dan hanya membuatku terdiam
karena lidahku tersekat sekam

kini tak dapat lagi kulepas setiap mimpi
setelah kau membawanya pergi
dan aku hanya dapat mengunyah sunyi
di relung dadaku sendiri
sekedar untuk memahami
jika semua memang hanya ilusi



Denpasar 01022014

Kisah Selembar Daun



hembusan aksaramu seperti menciptakan pelangi
dari doa yang dilantunkan dalam bahasa mantera
biarkan hembusan angin meretaskan
daun kering dari tangkainya
tapi jangan biarkan melayang tanpa jejak
hanya untuk mencari tautan dari sebuah persembahan
jika memang dihaturkan dengan penuh keikhlasan

jika altar itu hanya menciptakan ruang kosong
dengan pilar-pilarnya yang angkuh tinggi menjulang
dan matahari bertengger di atasnya
hingga menciptakan dataran yang gersang
bukan dengan dupa mengasapkan keyakinan
tetapi dengan ketulusan untuk menjadi rebuk
dari setiap kesangsian menjadi keyakinan
bagi selembar daun kering

maka biarkan mata angin menunjukan arah
dari sebuah peta yang dibentangkan
tapi jangan terbakar jika di sana tak ada bidadari
dengan seribu impian dari sebuah pulau para dewa
kecuali seorang wanita yang meletakan dirinya
di atas kehidupannya yang bersahaja
dari sebuah aksara yang selalu ditulisnya




Denpasar01022014

AJARKAN



ajarkan padaku tentang malam
agar aku tahu lembutnya cahaya bulan
dan kerlipnya bintang
meskipun di bawah langit kelam

ajarkan padaku tentang siang
agar aku tahu matahari bersinar
dari pagi hingga petang hari
hingga semua tampak nyata adanya

ajarkan padaku tentang rahasia cinta
untuk tetap mengasihi
di antara suka dan duka
sehingga kehidupan tetap terjaga

ajarkan padaku tentang sebuah hati
untuk selalu memberi dan menerima
agar aku tahu keikhlasan
sebagaimana adanya



Denpasar31012014

HENING



aku ingin melewati seluruh sisa waktu
dengan seulas senyuman
setelah aku menyusuri ruang tanpa batas
di mana angin selalu menyapaku
dengan bisikan-bisikan penuh kemesraan

kini aku hanya ingin duduk di sampingmu
bersanding bersamamu menatap jauh
melampui kisah-kisah yang sudah kita catat
untuk kembali membaca seperti sebuah dongeng
sebelum kita mengurai kisah yang baru
tentang perjalanan cinta yang tak pernah usai

ya, bukan hanya lewat rayuan atau desah napas tertahan
ketika kita saling berpagut dalam kerinduan
tapi bagaimana aku dapat merebahkan diriku
jauh di dalam lubuk dadamu

hingga di sana seluruh jiwaku mengeram
dalam kedamaian di antara keheningan waktu
pada sebuah ruang untuk selalu berbagi
dan aku terlepas dari keterasingan diriku sendiri



Denpasar31012014- ilustrasi : google

Senin, 27 Januari 2014

Ceritakanlah



ceritakan padaku tentang langit biru
dan burung-burung bersayap putih
terbang di antara gugusan awan

dengarkanlah padaku suara kicaunya
yang memantul ke seluruh dinding langit
hingga seperti kidung kemuliaan

dan katakan padaku di mana kekasihku
menunggu dengan penuh kesetiaan
di antara ruang dan waktu

biarlah langkahku yang ringan
dan senyumku yang riang menjemputnya
di sebuah dunia yang nyata untuk bersatu



Denpasar2801204- ilustrasi : NA

Harum Mawar



jangan bisikan padaku tentang mawar
jika tangkainya masih berduri
sebab aku tak ingin terluka
di antara keharumannya

jangan kau petik seluruh harapan
jika janjimu akan terabaikan
sebab aku tak ingin kau kecewa
dan kehilangan seluruh impian

tapi railah aku ke dalam pelukanmu
hingga aku tahu rasa damai
membasuh hangat seluruh jiwaku
dan aku pun tahu kau milikku


Denpasar28012014- ilustrasi : na

Jumat, 24 Januari 2014

Sabda Langit 2



merunduk di ujung senja
membasuh dengan warna jingga
melepas tubuh pada sayap malam
aku terbang dalam impian

tapi aku tak ingin lagi
mengapung di antara pilihan
dari apa yang telah terpanggil
oleh sabda langit untuk kembali
ke ruang hati paling fitri

aku terbang dengan sayap-sayap cahaya
menuju kebiruan langit terbuka
dan matahari menyapaku dengan kehangatannya
membuat kerinduanku berkilau seperti permata

dan itulah janji sabda langit
di mana kasihnya terurai
bukan hanya dalam impian
tapi kenyataan dalam
sebuah keyakinan yang tak surut
untuk terus bertaut



Denpasar 26041014