masih kuingat senja itu
ketika duduk di sampingmu
aku ingin sekali mendengar
seluruh kisahmu terurai
hingga aku serasa dibelai
tapi waktu seperti kelu
kau tak juga bergeming
tak ubahnya seperti batu
kau menjadi asing bagiku
bahkan tak ada bisikmu
untuk sekedar mencumbu
aku pun sia-sia merayu
ketika senja jatuh di pelupuk malam
kau pun menyelinap di balik kelam
tak kau tinggalkan salam
dan hanya membuatku terdiam
karena lidahku tersekat sekam
kini tak dapat lagi kulepas setiap mimpi
setelah kau membawanya pergi
dan aku hanya dapat mengunyah sunyi
di relung dadaku sendiri
sekedar untuk memahami
jika semua memang hanya ilusi
Denpasar 01022014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar