Minggu, 23 Agustus 2015

JAUH PANGGANG DARI API




apalagi yang harus kita panggang
untuk menghangatkan setiap pertemuan
jika ternyata selalu saja ada perbedaan
membuat kita berselisih paham

selalu saja kau berteriak
padahal aku telah diam
selalu saja kau tertawa
padahal aku sedang menangis

untuk apalagi api dinyalakan
jika tungku ada di seberang
tak ada lagi yang bisa kita tanak
kecuali jika ingin saling menyimak

sudah saatnya kita berdiang
untuk menanak semua kekhilafan
sebelum maaf menjadi ungkapan
penghapus semua penyesalan


Denpasar  22 08 2015-- ilustrasi:google

PERBATASAN KAUM


haruskah kemerdekaan itu
adalah mengibarkan
pakaian dalam dari kaumku

haruskah kebebasan itu
di bawah kepalan-kepalan
tangan dari kaummu

haruskah ada batas pemisah
antara kaummu dengan kaumku
hanya untuk menentukan sebuah langkah

kini aku hanya dapat mengibarkan gaunku
untuk membuat kepalamu tegak tengadah
membaca sejarah para keturunan

dan atas nama garis tradisi
kaumku hanyalah pelengkap sejarah
dari setiap impianmu
maka kini, di luar impian-impianmu

kami berdiri di garis batas pernyataan
bukan sebagai sebuah pemberontakan
tapi sebagai sebuah pemahaman
jika kita mempunyai hak yang sama
untuk berdiri di barisan terdepan





DPS 20 08 2015 - ilustrasi : google

Sabtu, 15 Agustus 2015

LELAKI DAN LABIRIN HUTAN TERBAKAR


kemanakah perginya burung-burung
setelah melepaskan sayap-sayap musim
ketika hutan terbakar oleh hembusan waktu
kecuali desah lirih seorang lelaki yang berjalan jauh
melintasi perbatasan-perbatasan impiannya


kini lelaki itu berdiri di tepi hutan waktu
menengadahkan kepala pada langit yang tak lagi biru
di sana ia melihat gumpalan-gumpalan kenangan
yang selalu berubah bentuk dan mengabut
di pelupuk matanya sehingga membuatnya tak percaya
pada kesetiaan untuk tetap menunggu

lelaki itu pun hanya dapat menekuri sisa langkahnya
pada sepatu sandal yang lusuh dan selalu menyeretnya
untuk menyusuri di mana sayap-sayap burung dilepaskan
setelah dilaluinya padang ilalang dan bukit-bukit berbunga
tetapi selalu saja ia merasa berada di tempat yang sama

lelaki itu pun menyadari, jika dirinya berada
di sebuah labirin hutan yang terbakar



DPS 15 08 2015 - ilustrasi : google

Jumat, 14 Agustus 2015

REBUNG MUDA




tunas yang tumbuh dari serumpun bambu
sebelum buku-bukunya terbaca
di mana daun-daun muda bertunas
dan pucuk-pucuknya disapa oleh angin
telah dituai di luar musim sebelum hujan

angin kering pun berhembus di antara bambu tua
berkisah tentang rebung sebelum berbumbung
telah dipetik anak-anak desa dengan perut membusung
hingga suara perut mereka terdengar di luar kampung
hanya dapat menyuap angin di pematang-pematang kering

mereka pun tumbuh menjadi rebung-rebung muda
tumbuh dengan liar di antara semak dan belukar
di mana ular-ular merayap sejauh kedalaman akar
tanpa perduli jika seluruh nalar menjadi tak wajar
yang tak bisa lagi ditawar oleh akal

dan rebung-rebung muda itu pun
menjadi racun menjalar sebagai
sebuah generasi yang terlempar
di luar musim di mana tumbuh dan terkapar

DPS 11 08 2015 - ilustrasi : google

PEREMPUAN PENYU



jika laut tak seteduh dan sebiru dahulu lagi
jika riaknya tak segemulai waktu yang lalu
jangan kau merasa terhempas
hanya oleh jarak pandang yang menjauh
di mana jejak masa kanak-kanak
menggaris di sepanjang pantai
dan setiapkali terhapus oleh lidah-lidah ombak
tapi kenanagan itu, tak akan pernah terhapus
selalu memanggilmu untuk kembali

seperti juga kisah penyu yang datang dan pergi
dan bertelur di antara kehangatan rumah-rumah pasir
di sana kita pun pernah merasakan kehangatan kasih
di antara hembusan angin dan nyiur yang melambai
seperti jemarimu yang selalu mengurai
anak-anak rambutku yang terberai

dan aku hanya dapat memejamkan mata
di antara kilasan-kilasan waktu, mengenang
kehangatan sentuhan bibir-bibir pantai
di mana tubuh kita pernah terurai
dalam tawa dan canda yang seolah tak usai

pada saat itu, kita tak perduli, jika negeri ini
penuh dengan asap cerutu
yang menjadi kabut di seluruh dataran
kecuali sebuah istana mungil di bukit hijau
tempat kita melepaskan seluruh sisa waktu
dan kita tak akan mengalpakan kisah itu
sebagai sebuah dongeng yang tak usai


 DPS 15 08 2015

DI TANAH MUSIM


di tanahku musim selalu terbuka
di mana matahari dan hujan
menyiangi dan meneduhkan
tempat harapan selalu ditumbuhkan
di mana berkah-Nya dilimpahkan


di tanahku selalu dijanjikan
musim akan selalu subur
pada tanah-tanah yang gembur
dan mengisahkan suka cita
di mana doa-doa dilafaskan
dalam nyanyian dan tarian

di tanahku mata air selalu mengalir
untuk menyempurnakan musim
melalui sungai-sungai dan danau
hingga menyejukkan udara
dan menurunkan butir-butir embun
di pucuk-pucuk dedaunan

di tanahku tak ada kealpaan
tapi entah kenapa, kita selalu saja
salah membaca musim
sehingga kita berada di luar musim


DPS 05 07 2015 - ilustrasi : google