Kamis, 30 April 2015

ZIKIR BURUNG


burung-burung yang melepas sayapnya
telah mengicaukan hembusan angin
mengabarkan kebebasan dari setiap ranting
tempatnya selalu hinggap dari perjalanan waktu
untuk melintasi setiap musim yang berganti


: sayapku adalah bentangan langit biru
di mana seluruh impian selalu disarangkan
dan aku tak akan pernah lelah menuju
ke delapan penjuru mata angin yang mengerling

burung-burung adalah aku
yang selalu memberi tanda
pada fajar yang menyingsing
dan menjelang matahari tenggelam
di mana kebahagiaan dan kecemasan
selalu dikumandangkan

zikirku adalah zikir burung tanpa akhir
untuk membawa kepadamu
selembar daun dan ranting di paruhku
sebagai sabda langit setelah bumi disucikan

jika sayap-sayapku terlepas
seperti sehelai daun dari tangkainya
bukan aku telah hinggap di luar musim
tapi di seluruh cakrawala
di mana angin tak pernah berhenti berhembus
mengabarkan kidung keabadian
jika kehidupan selalu tetap terjaga



Denpasar 30 04 2015 - ilustrasi : google

Rabu, 29 April 2015

IBU WAKTU


bagaimana kau dapat menyisir rambutmu dengan waktu
sehingga memutihkan seluruh perjalanan pada setiap helainya
tak dapat aku mencabutnya satu persatu hanya untuk memahami
seluruh kisah tentang dirimu yang terurai begitu panjang
tetapi selalu dapat kau gelung dengan penuh kesabaran
hanya sekedar menjadi ibu untuk semua impian yang tertunda


kadang kau duduk di beranda waktu hanya untuk menunggu
bagaimana senja melengkapkan seluruh cahaya yang mulai merabun
dari tatapan matamu yang begitu jauh menerawang
melampaui batas usia dan menggaris pada setiap lekuk tubuh dan kulitmu
hingga menipis menjadi peta buta untuk dapat ditelusuri dengan keluhan

apakah kau sedang mengukur setiap kenangan di sudut bibirmu
tanpa pernah lagi menorehkan seulas senyuman
ketika semua harapan telah menjelma pengabdian untuk mengasihi
orang-orang di sekitarmu tanpa perduli dengan diri sendiri
jika kau adalah seorang perempuan yang selalu memberi tanpa meminta
karena kau tahu taqwa dari kodratmu untuk menerima
seluruh sisa waktu dengan apa adanya yang menjadi milikmu



Denpasar 28 04 2015 - ilustrasi : Lukisan Affandi

DI SUDUT WAKTU


di sisi waktu aku selalu menunggumu
tapi kau selalu lindap dalam bisu
sms dan telepon tak memberi sinyal
untuk menggetarkan hatimu
padahal kau tahu, bibirku hampir kelu
sia-sia membisikkan namamu


di luar waktu aku mencarimu
berpacu dengan rindu
di bawah terik atau di bawah hujan
tak juga bayang-bayangmu kutemukan

di jalan waktu yang kususuri pun
serasa begitu panjang merentang
untuk mengukur setiap kenangan

di ujung waktu yang menderu
aku hanya dapat mendengar
debar jantungku yang memburu
sebab tak lagi kutahu menyeberangi
batas ada dan tiadamu

di sudut waktu aku duduk termangu
menyiangi diriku di sebuah cafe
di antara segelas kopi dan rokok
yang kuseruput dan kukepulkan
seluruh sisa-sisa harapan
jika kau pasti akan menjelang
meskipun entah kapan


Denpasar 27 04 2015
Ilustrasi Google

Selasa, 14 April 2015

AKSARA DI ATAS DEBU


di pucukpucuk kemarau ada yang meranggas
tak dapat diteduhkan oleh musim yang melintasi waktu
angin kering yang berhembus dari delapan penjuru
seperti membawanya ke daerah-daerah tak bertuan
di sana mencoba menanam setangkai bunga
dan melepas burung-burung dari sakunya


tapi kemarau telah menghisap seluruh dataran
hingga permukaannya hanya membentangkan kesunyian
yang dipantulkan deru angin ke seluruh dinding waktu
kelopak-kelopak bunga membatu, sayap-sayap burung terbakar
meskipun doa-doa telah dirapalkan serupa mantra
di setiap pintu-pintu pura diasapkan dengan dupa

dan bayangan yang memanjang sepanjang hari
tak dapat membalut setiap ranting yang merapuh
dipatahkan angin sebelum usai percakapan tentang musim
kecuali sebagai ujung tangkai untuk menuliskan setiap aksara
meskipun mungkin hanya di atas debu
tanpa harus terbaca oleh waktu yang berlalu


DPS 22 04 2015 ilustrasi : google

Jumat, 10 April 2015

SUMUT Pos - 15 Maret 2015

yang terlewatkan,
puisiku dimuat di "Sumut Pos" 15 maret 2015

KARANG

jangan pernah lagi bertanya tentang pantai
di mana ombak selalu mengurai buihnya
sebab aku bukan lagi camar yang menukik
di punggung-punggung gelombang pasang
hanya untuk memekikkan kebebasan


kini aku telah karang yang tegak berdiri
dengan penuh keangkuhan
dan penantang badai yang selalu datang
karena aku telah hafal setiap musim
apakah kau hanya menambatkan waktu
untuk sebuah pelayaran panjang
apakah kau hanya sebagai perayu
untuk setiap bentangan ke kosongan

angkatlah sauhmu, berlayarlah di setiap lekuk gelombang
jika ingin menempuh petualangan panjang
bukan hanya menyusuri setiap lekuk tubuhku
hanya sebagai pelampiasan dari kesepian
sebelum tubuhmu akan menjelma garam
di mana kau hanya dapat mengasinkan setiap penyesalan

kecuali jika kau ingin terus diayunkan gelombang
hingga ke dasar palung yang terdalam dari buaian
tapi jangan pernah bermimpi menjadi ikan atau lokan
hanya untuk mencari mutiara yang hilang
di mana aku telah mengukuhkan diriku sebagai karang
tak akan pernah dapat kau goyahkan



DPS 10 04 2015 - ilustrasi : google

Kamis, 09 April 2015

PEMINTAL


selalu saja kau memancing di air yang keruh
menggantang asap pada setiap kesempatan
tapi kau selalu saja mengangkat dagu
membusungkan dada dan pergi tanpa punggung
padahal kau tahu ada saatnya langkah berhenti
pada sebuah jejak yang mungkin tak kau kenali


kadang kau mencoba bertahan dan berbagi kisah
tentang sebuah lubang jarum yang ujungnya
telah menusukmu berulang-ulang di sebuah ruang yang sama
untuk tidak melepas sebutir pun airmata
meskipun kau pahami sebagai seorang perempuan
ada kodrat yang tak dapat ditambal dan disulam

"hidup hanya sebuah asesoris", katamu ketika kau menyadari
tak ada lagi sisa waktu untuk dipintal meskipun
hanya untuk menandaskan secangkir kopi di sebuah ruang tunggu
untuk memahami setiap ampas kehidupan yang telah melekat
di sekujur tubuhmu seperti sebuah rajah tangan
padahal kau tahu di situ awal dan akhir sebuah peta
di sana sebenarnya kau telah berada




DPS 08 03 2015

Senin, 06 April 2015

Puisi-puisi Alit



BULAN MERAH

bulan merah
di telaga berdarah
angkara murka



LAUT

menyibak ombak
buihbuih mengalun
rindu terkulum



SALJU

seputih salju
mimpimimpi membeku
di luar waktu



BUNGA PERSIK

bunga persikkah
menghembuskan napas lirik
berlariklarik


DPS 06 04 2015

Puisi-puisi Alit



SUMPIT

di ujung sumpit
ada cinta terkait
jiwa terhimpit


SAKE

tuangkan saja
teguk tandaskan rasa
mabukkan cinta



SAKURA

di gunung fuji
bungabunga sakura
merekah rindu



SAMURAI

terhunus sudah
menuju jalan pedang
ketiadaan

Dps  06 04 2015

Sabtu, 04 April 2015

PERCAKAPAN DAUN


ada selembar daun yang baru tumbuh
terlepas dari tangkainya
dilayangkan angin 
entah ke mana

ada selembar daun yang menguning
tak lekang dari tangkainya
sebab tahu kapan 
musim akan 
berganti

kini daun yang baru tumbuh
telah melayang jauh 
di luar musim

: menguning sebelum waktunya

sedangkan selembar daun yang menguning
telah menumbuhkan daun yang baru 
pada rantingnya

megajarkan bagaimana 
tak lekang 
di luar 
musim



DPS 04 04 2015 - ilustrasi : google