Minggu, 21 Mei 2017

TERSEMATKAN




seluruh waktu telah kucumbu
seluruh ruang telah kusayang
tapi di antara ruang dan waktu
rindu itu terentang tak terbilang

hari-hari pun serasa begitu panjang
kenangan demi kenangan, berhamburan
pada setiap langkah seperti menabur
serbuk seribu bunga untuk kelak
kita semai harumnya bersama-sama

tak ada ruang jeda untuk menunda
setiap cumbuan dan rayuan
pada setiap detik dan setiap waktu
kita tak ingin kehilangan harapan

keikhlasan demi keikhlasan, kita bisikan
perjanjian demi perjanjian
kita sematkan pada setiap desahan
untuk mengingkari kealpaan
agar semua kelak tak sia-sia

seperti yang selalu kau hembuskan
: "bacalah setiap keyakinan
dengan mata batinmu
agar kau tahu bahasa cintamu!"

 

Denpasar sby 2014

Selasa, 18 April 2017

MERUAH


ranjang siang ranjang malam
mataku tak juga dapat terpejam
membuatku dijarah kegelisahan

menggelinjang sudah mengerang sudah
tapi tak ingin membuatku pasrah
membuatku mendedah segala gelisah
dalam ruang dan waktu aku pun meruah

tak terjemahkan dalam sebuah risalah
tak perduli di antara menang dan kalah

Denpasar 17 04 2017

Kamis, 30 Maret 2017

LENGUH


mengamarkan tubuh
gelisah membasuh
mencari ruh
tak pernah tersentuh


gairah yang penuh
sekadar bersetubuh
pada waktu luruh
meski dekat serasa jauh

jiwa yang luluh
tak akan rapuh
saat kau basuh
dalam ciuman penuh

: aku terlenguh..

Dps 31 Maret'17  - ilustrasi NA

TUKAR GULING


Datanglah ke kabupatenku
Di sini ada hutan rekomendasi
Dapat kutukarkan dengan janji
Asal kau tahu bagaimana berbagi

Datanglah ke kabupatenku
Di sini kau dapat bertukar guling
Untuk semua impian
Tanpa perlu kau merasa sangsi

Datanglah ke kabupatenku
Di sini hukum hanya administrasi
Atau hanya sebuah narasi
Tanpa perlu kau merasa perduli

Datanglah ke kabupatenku
Tumbuh hutan-hutan ilusi
Untuk dapat kau terjemahkan sendiri
Korupsi tumbuh abadi di sini

Denpasar 31 03 2017

UANG MEMANG BUKAN PERKARA


Uang memang bukan perkara
Jika hakim. jaksa dan panitra bersuara
Tentang hukum dengan pasal-pasal karet
Bernar dan salah tergantung target
Nominal angka pilihan tersangka atau terdakwa


Uang memang bukan perkara
Jika terdakwa hanya menjadi tersangka
Semua perkara selesai di bawah meja
Setiap ketukan palu ada harganya
Setiap ayat ada pasal taruhannya

Uang memang bukan perkara
Untuk sebuah keputusan yang istimewa
Hukum seperti sebuah pasar terbuka
Bukan lagi soal tata bernegara
Jika korupsi sudah menjadi budaya


Denpasar 31 03 2017

Senin, 20 Maret 2017

PIL KA(N)DA


haruskah aku memilih ka(n)da
sebagai pil penenang
dari sebuah serangan fajar
untuk setiap suara yang keluar
meskipun dengan irama dangdut
dilantunkan dari orkes tunggal


pil koplo atau pil ka(n)da
dengan janji-janji angin sorga
sudah kami kunyah dan telan
dengan penuh kesabaran
menggeleng-gelengkan kepala
seperti kuda lumping
mengunyah paku dan beling
tak perduli harus guling-guling
melihat ka(n)da bertukar guling
jembatan dan jalan alternatif
sebagai proyek fiktif

pil ka(n)da di antara fiksi dan fakta
tak seharusnya penuh dusta
membuat rakyat makmur bukan jelata
menjadi raja kecil duduk di singgasana
berpestapora di tengah rakyat yang sengsara
dana desa raib entah ke mana

pil ka(n)da, kini menjadi ritual keluarga
keturunan para durjana penyembah harta
tak perduli jalan menuju swargaloka
di balik jeruji besi sebagai pendurhaka
menjadi mahluk paling nista
lebih rendah dari mahluk paling lata

Denpasar 15 03 2017

Rabu, 25 Januari 2017

DEMI LANGIT DAN BUMI


langit yang pernah kujunjung
kini diliputi mendung
di seluruh penjuru mata angin

bumi yang pernah kupijak
kini semua telah retak
oleh musim tak beralmanak

lalu di mana lagi aku berteduh
dan tempat beristirah
jika langit dan bumi
tak lagi memberi sebuah isyarat

mestikah kutempuh jalan
penuh siasat pengumbar syahwat
ketika seluruh jalinan ikatan
kehilangan harkat dan martabat

: kini aku tumpat pedat
sebagai pelaknat dan penghujat
semua kebanalan!

Denpasar 250117