Senin, 10 Februari 2014

GAUN WAKTU


gaun yang pernah kutanggalkan
masih juga kau simpan
padahal aku telah melupakannya
dan kau ingin aku mengenakan lagi

dulu, di gaun itu, kau pernah
percikkan pelangi,
hingga aku terpesona
membuatku menjelma peri
dan terbang jauh melewati kenyataan
menyusuri setiap lekuk warna
seperti kau menyusuri setiap lekuk tubuhku
hinga aku telanjang di hadapanmu

di atas tubuhku, peta pun kau bentangkan
dengan setiap bisikan dan napas tertahan
membuatku hanya menggeliat dan tersesat
semakin jauh ke dalam kumparan warna

ketika aku terjaga, gaun itu terserak
penuh dengan sisa-sisa jejak perjalananmu
maka aku tanggalkan hingga warnanya pudar
meskipun masih tercium bau tubuhmu
aku tak dapat mengenakannya lagi

Denpasar10022014 – ilustrasi : google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar