seluruh rindu telah mengendap
menjadi sendimen di lubuk dada
apa yang mengalir dan menjarah
telah membatu di kesunyian waktu
rindu yang menguntal menjadi
kegundahan yang semu
telah menghembuskan sebuah nama
di antara pantulan kesunyian
membuka cadar rupa di antara
bayangan raga telah menisbihkan
seluruh makna dengan penuh sesal
kini seluruhnya telah ditelan kelam
kau pun hilang dalam bayang
tinggal aku tersekap dalam kesendirian
di batas kesemuan yang abadi
Dps04112012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar