Mawar adalah aku, kelopakku semerah saga, batangku berduri, harumku semerbak mewangi : KUMPULAN PUISI NUNUNG NOOR EL NIEL
Kamis, 15 Januari 2015
MENJELMA PUISI
salahkah jika suara-suara lirih itu
menghembuskan kesejukan
di antara lipatan-lipatan daun
tempat kita selalu mencatat kisah
yang tak pernah selesai
dalam bahasa puisi
bukankah itu yang selalu
kau deraikan hingga jauh
menyebrangi musim
dan kau tahu, jika di sana
semua telah menjelma kerinduan
DPS 15 01 2015
Rabu, 14 Januari 2015
DINDING TELINGA
dinding-dinding bertelinga, di balik pintu tertutup
menyadap derit ranjang dari napas yang terkunci
gendang telinga yang gatal ditabuh-tabuh
bisikan-bisikan liar seperti desisan-desisan ular
merayap di sekujur tubuh mencari liang persembunyian
tak ada lagi memang yang dapat dirahasiakan
jika seluruh percakapan memantul di tepi telinga
ketika diucapkan hanya sebagai pengingkaran
sebeluim fajar menyingsing dan impian menjadi nyata
pada paruh kokok ayam di atas meja perjamuan suci
sudah terlanjur memang untuk disesali, jika
doa telah dilafaskan sebagai pengampunan
dan telinga tak dapat ditulikan untuk tetap mendengar
jika setiap rayuan bukan hanya pelimpahan dari nafsu
sebagai pelampiasan sebuah ungkapan keikhlasan
jika, memberi atau menerima pun, bukan sebuah pilihan
untuk didengarkan
Denpasar 14 02 2015 - Ilustrasi : NA
jika seluruh percakapan memantul di tepi telinga
ketika diucapkan hanya sebagai pengingkaran
sebeluim fajar menyingsing dan impian menjadi nyata
pada paruh kokok ayam di atas meja perjamuan suci
sudah terlanjur memang untuk disesali, jika
doa telah dilafaskan sebagai pengampunan
dan telinga tak dapat ditulikan untuk tetap mendengar
jika setiap rayuan bukan hanya pelimpahan dari nafsu
sebagai pelampiasan sebuah ungkapan keikhlasan
jika, memberi atau menerima pun, bukan sebuah pilihan
untuk didengarkan
Denpasar 14 02 2015 - Ilustrasi : NA
DAUN di LUAR MUSIM
bukan lagi aku tidak ingin berkisah
tentang daun di pucuk-pucuk ranting
ketika angin selalu memetiknya di luar musim
dan kau tahu ketika daun terlepas dari rantingnya
kau selalu bertanya akan jatuh di mana
di antara empat penjuru mata angin
DPS 13 01 2014
kau selalu bertanya akan jatuh di mana
di antara empat penjuru mata angin
DPS 13 01 2014
Minggu, 11 Januari 2015
BUKAN TITIK WAKTU
menyusuri seluruh waktu bersamamu
seperti menyusuri setiap lekuk tubuhku sendiri
di mana setiap tanda memberi sebuah peta
dengan sebuah alamat yang begitu nyata
di sana kau tahu bagaimana aku melepaskan tubuhku
dan menyianginya dengan selaput-selaput airmata
juga kau tahu bagaimana mendiangkan tungku kerinduan
ketika kesunyian menggigilkan setiap langkahku
selalu saja kau datang di tepi penantian
dan menyapaku dengan bisikan-bisikan mantra
sehingga menyihirku menjadi seorang peri dalam impianmu
kita pun saling berbagi sisa waktu dan mengulumnya
dengan desahan-desahan napas yang panjang
membuatku harus setiapkali mengerang, ketika
kau menyusuri celah-celah dadaku yang terbuka
oleh harapan untuk selalu kau semaikan
hingga putik-putiknya merekah bukan sekedar bunga
di mana kau dapat menghirup setiap keranumannya
kini kau pun tahu setiap jalur waktu yang kutempuh
tak mengalpakan sedetik pun untuk menorehkan namamu
di mana aku dapat selalu melangkah dengan kepastian
tanpa pernah aku mempertanyakan berakhirnya
sebab kutahu bagaimana semua berawal dan bermula
bukan hanya pada sebuah titik waktu dari siklus yang sama
tapi melalui sebuah ruang tanpa jeda
: (di sana kita selalu hadir bersama)
DPS 10 01 2015 - ilustrasi ; google
ketika kesunyian menggigilkan setiap langkahku
selalu saja kau datang di tepi penantian
dan menyapaku dengan bisikan-bisikan mantra
sehingga menyihirku menjadi seorang peri dalam impianmu
kita pun saling berbagi sisa waktu dan mengulumnya
dengan desahan-desahan napas yang panjang
membuatku harus setiapkali mengerang, ketika
kau menyusuri celah-celah dadaku yang terbuka
oleh harapan untuk selalu kau semaikan
hingga putik-putiknya merekah bukan sekedar bunga
di mana kau dapat menghirup setiap keranumannya
kini kau pun tahu setiap jalur waktu yang kutempuh
tak mengalpakan sedetik pun untuk menorehkan namamu
di mana aku dapat selalu melangkah dengan kepastian
tanpa pernah aku mempertanyakan berakhirnya
sebab kutahu bagaimana semua berawal dan bermula
bukan hanya pada sebuah titik waktu dari siklus yang sama
tapi melalui sebuah ruang tanpa jeda
: (di sana kita selalu hadir bersama)
DPS 10 01 2015 - ilustrasi ; google
SELEMBAR VOUCHER
perjalanan-perjalanan yang tertunda
tiket-tiket di atas meja
dari perjalanan rahasia
terbuka dan terbaca di seluruh berita
menjadi lembaran-lembaran duka
menjelma lautan airmata
yang mengambang di udara bertuba
di atas meja seluruh ticket perjalanan
telah di issued lembaran voucher
yang tak dapat kulunasi
dengan sebuah pemahaman
tak ada memang jalur cepat atau lambat
mencapai tujuan rahasia-Nya
seperti sebuah kotak hitam
yang tak pernah ditemukan
DPS 07 12 2014
Minggu, 04 Januari 2015
MOKSA
purnama sujud pada rahasia semesta
mantra purba dari rahim langit
aku terperangkap gairah para leak
mencumbui roh leluhur
untuk mencapai keniskalaan
: moksa!
DPS 05 12 2015
mantra purba dari rahim langit
aku terperangkap gairah para leak
mencumbui roh leluhur
untuk mencapai keniskalaan
: moksa!
DPS 05 12 2015
MAHAR
persetubuhan itu di luar kamar
masih terbayang samar
pada keremangan ruang tamu
ketika kita bersekutu dengan malam
ketika itu selepas awal tahun, kutanggalkan
seluruh milikku hingga kau tahu
setiap cumbuan dari kerinduan
terhempas di atas lantai yang dingin
kita pun memuja setiap erangan
dengan bisikan-bisikan paling liar
sebagai sebuah ikrar, jika kita
telah dipersatukan bukan oleh sesal
kini, selepas waktu awal
kau telah memberiku sebuah mahar
rasa kasih yang kekal
yang tak dapat kutawar dan kutukar
(kecuali dengan doa dan keikhlasan
sebagai sebuah penawar.... )
masih terbayang samar
pada keremangan ruang tamu
ketika kita bersekutu dengan malam
ketika itu selepas awal tahun, kutanggalkan
seluruh milikku hingga kau tahu
setiap cumbuan dari kerinduan
terhempas di atas lantai yang dingin
kita pun memuja setiap erangan
dengan bisikan-bisikan paling liar
sebagai sebuah ikrar, jika kita
telah dipersatukan bukan oleh sesal
kini, selepas waktu awal
kau telah memberiku sebuah mahar
rasa kasih yang kekal
yang tak dapat kutawar dan kutukar
(kecuali dengan doa dan keikhlasan
sebagai sebuah penawar.... )
DPS 02 01 2014 - ilustrasi : google
Langganan:
Komentar (Atom)


