Minggu, 08 Februari 2015

dalam rabun aku terus berjalan
sebenarnya kau tahu, tetapi tuli
dan tak mau melihat...

RUANG WAKTU


ada jarak ada waktu yang selalu merentang
di mana kisah dan peristiwa saling bertautan
di sana pula kita saling bertemu, saling menyapa
melangkah bersama mengejar setiap bayangan
tetapi selalu saja kita luput dan alpa
dan membuat goresan-goresan yang tajam
hingga kita mengerang dalam penyesalan


sekali waktu kita memadati ruang
dengan bisikan-bisikan paling mesra
dalam kesamaran cahaya
untuk tidak sekedar menjadi bayangan
kita saling merengkuh dalam diam
menyatu dalam keheningan
agar seluruh cumbuan menjadi kenangan
pada sisa napas tersengal
dari sebuah kepasrahan
untuk tidak lagi saling menyangkal

kita tahu ada ruang waktu yang terbatas
dan setiap rentangan dapat diretas
tapi kita juga tahu setiap keikhlasan
akan membuahkan kekekalan
dengan seluruh keranumannya
untuk selalu kita santap bersama
dari sebuah ruang dan waktu tanpa jeda



DPS 07 02 2015 ilustrasi : google

Kamis, 05 Februari 2015

PELANGI


menuai kabut
gerimis yang tertuang

menuai harapan
mendulang impian
menjadi kenyataan

: pelangi



DPS 05 02 2015

MENGENDAP

mengendap di antara bayang-bayang
hilang lenyap dalam tangkapan
sudah terlalu kelam, sudah terlalu jalang
keperempuanan bukan untuk dinistakan

raih dalam dekapan, sentuh dalam kehangatan
jangan menunggu waktu terabaikan
sebelum semua kasib dan menjelma penyesalan
ada batasnya kesabaran perempuan

tunggulah di tepi malam
di mana rahasia perempuan tersimpan



DPS 18 01 2015

MARWAH


buah keranuman itu terkunyah
dari dada yang terbelah
tapi kau hanya dapat mendesah
mencari hakikat dari setiap marwah



DPS 04 02 2015

Minggu, 01 Februari 2015

MENANAM PADI TUMBUH ILALANG


apakah aku telah menebar benih di luar musim
hingga padi yang kutanam hanya tumbuh ilalang
mengapa kasih yang kusemai dan kupupuk
hanya menumbuhkan kebencian dan dendam


lihatlah jari-jari ilalang itu telah menuding langit
menusuk bulan dan matahari, menggores waktu
musim pun telah meranggas pada setiap tangkainya
dan angin kepedihan menyaput punggung-punggungnya

haruskah aku menanam ilalang agar tumbuh padi
di mana setiap harapan hanya menjadi ladang penantian
hingga setiap impian tumbuh di luar kenyataan
dan cinta yang kuberikan menjadi pengingkaran

haruskah setiap pertanyaan yang tumbuh
menjadi jawaban yang tak berkesudahan
sehingga menjadi erangan-erangan liar dan tajam
hanya untuk menggores setiap kepastian

( kini aku hanya menjadi ilalang yang tumbuh
di sepanjang bibir danau.... )




Denpasar 02 02 2015 - iustrasi : google & foto pribadi

BIBIR GELAS


siapa yang pernah menyentuh bibir gelas itu
siapa yang pernah mengisi dan mengosongkannya

apakah kau dan aku
pada sebuah persulangan

: kita..


DPS 08 12 2014