Jumat, 28 Maret 2014

SINGGAH





sudah berapa waktu kau tak singgah?
bisikmu dari sebuah ruang yang maya
ada kerinduan yang membias pada sapamu

dan aku merengkuhmu ke dalam napas kasihku
pejamkanlah matamu dan rebahkan seluruh
resah yang membalut rasamu
akan selalu kubisikkan padamu jika aku
selalu ada setiap waktu dalam bayangmu

kau tengadah dengan bibir merekah
oleh seulas senyuman
sebagai penepis seluruh kesangsian
dan aku melumatnya
dari sebuah penantian panjang

 

Dps Maret 2014

JIKA BERKENAN





tak ada memang yang perlu dikenang
jika hanya menegakkan benang yang basah
tak ada memang yang perlu disayang
jika hanya membuat pelupuk mata menjadi basah

biarkan tembang menggema dalam ruang
jika kasih hanya membayang
biarkan abang menanti dengan bimbang
jika kekasih datang menjelang

jika nasi telah menjadi bubur
karena kasihku yang terlanjur
jangan biarkan aku tersungkur
biarkan hatimu sebagai pelipur

 

Dps Maret 2014

TERLALU






kau bertanya tentang makna cinta
tapi aku tak pernah tahu mencintai
kau bertanya tentang kasih
tapi aku tak pernah tahu menyayangi

dan kau bertanya tentang rindu
tapi bayangmu tak ada di pelupuk mataku
dan kau bertanya tentang diriku
tapi aku tak pernah bertanya tentang dirimu

ah, cinta, katamu, kenapa semu?
dan kau pun berlalu tanpa berpaling padaku
padahal kau tak tahu
jika kau telah mencuri hatiku

maka aku pun hanya bisa
menyesalkan kepergianmu
karena begitu lugunya aku
: ah, terlalu!



Dps Maret 2014

CINTA DARI PEPATAH LAMA



tariklah jarak di antara kita
agar aku mengenalmu
dan kau mengenalku
di situ ada ruang kita bertemu

dan aku tak akan merayu, jika
bisikku tak sampai di telingamu
sebab kutahu, cinta tak tuli
kecuali mungkin buta

maka tariklah jarak di antar kita
dari sebuah pepatah lama
gajah di pelupuk mata tak tampak
semut di seberang lautan tampak

dengan jarak kita dapat mengayuh
makna dari sebuah pepatah lama
merakit-rakit dahulu
bersakit-sakit dahulu
baru kau mencintaiku
dan aku mencintaimu

 


Dps Maret 2014

SECANGKIR MALAM



telah kutuang malam dalam secangkir kopi
tetapi kelam terlalu luas membentangkan
sisa-sisa impian untuk kugapai
ketika yang tersisa hanya sekerat bulan
dan sepercik bintang di langit sana

haruskah aku mereguk seluruh malam
hingga ke ceruk sepi dan merasakan
ampas dari seluruh impian
hingga membuatku tersekat dan terjaga
jika aku ternyata bukan wanita pilihanmu

sejak saat itu aku tak lagi melihatmu
melintas jauh di kedalaman impianku
kecuali mungkin bau tubuhmu
yang menghembuskan kerinduan
jika masih ada jejak masa lalu pada diriku




Dps Maret 2014

BIARKAN




tak ada yang perlu kau pikirkan
apalagi tentang waktu
semua sudah berlalu dan kau
telah memilih jalanmu
dan aku memilih jalanku

tak ada yang perlu kita bicarakan
semua hanya pilihan
di antara kesendirian dan kebersamaan
semua hanya keyakinan
jika kita tidak pernah dipersatukan

tak ada yang perlu kau sesalkan
apalagi tentang sebuah pertemuan
dan berakhir di ujung perpisahan
setidaknya kita pernah bersama
membuat sebuah kenangan

 

Dps Maret 2014