Rabu, 10 Agustus 2016

HABIS MANIS SEPAH DIBUANG



buah bibir yang dulu kau kulum
dalam setiap percakapan
kini tinggal sepah di antara serapah


tak ada lagi yang dapat kau sebutkan
apalagi sebuah nama untuk dikenang
seluruh bayangan tak ubahnya cermin kelam
jika masa lalu adalah bagian tak terpisahkan
tanpa seberkas cahaya pun untuk menepisnya

“itu ilusi!" gumammu setelah malam
kau lepaskan semua keperempuanku
seperti seonggok daging di ranjang

tanpa denyut dan membusuk dalam keheningan
kesepian pun menyengat pada sisa napasku
tapi tak juga terumbar dari celah bibirmu kata maaf
mungkin aku khilaf memahami puncak desahmu
ketika mendengar pekikanmu yang tertahan

(ternyata hanya kepak sayap keluang di luar sana... )
dan aku teronggok seperti sampah di sudut malam


Denpasar 08 08 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar