Rabu, 02 April 2014

TIGA EKOR ANJING OGOH-OGOH



tiga ekor anjing menggongong malam
aku tak bisa mengendap dalam keremangan
membisikan cinta di hapeku yang telah
dipenuhi kecemasan dan umpatan ketakutan

ketiga anjing itu seperti ogoh-ogoh
yang terlepas dari arak-arakan
dengan mata merah yang berkilau
oleh pantulan cahaya lampu

ketiga anjing itu menawarkan rabies
di antara kakiku sebelum mencapai pagar rumah
di mana ogoh-ogoh yang lain menungguku
dengan cara menyalak yang lain

sementara ogoh-ogoh yang berada di hapeku
hanya tertawa-tawa di seberang sana
dengan sedikit rayuan sebagai kekasih
kalau akan alpa melakukan perselingkuhan

maka aku pun membiarkan api penyepian
berlahan-lahan menentramkanku
dalam kegelapan yang dipenuhi senyuman
yang kucumbu dalam kemesraan sebuah aksara

 
 
Denpasar 03042014 – ilustrasi ; google

CERMIN YANG PECAH





akhirnya kau tiba juga di ujung sesal
dari sebuah dunia yang maya
sebuah dunia yang tidak pernah nyata
lalu untuk apa kau tumpahkan airmata
hanya untuk sebuah sandiwara
jika kekasihmu bertebaran
di setiap akun gelapmu

tersenyum dan tertawalah dalam setiap kisah
rayulah seluruh impian meskipun kemudian lenyap
di sebuah dunia yang nyata, ketika kau
menyelesaikan sebuah pelarian panjang
dan jangan kau terengah dan jatuh
hanya satu atau dua kekasihmu berlalu

bukalah inboxmu, biarkan para kekasih yang lain
menjajakan cinta untukmu
dan jangan perdulikan jika kelak
pribadimu terpecah-pecah seperti cermin
dan melihat dirimu berserakan di sana
setelah kau menanggalkan tubuhmu
tanpa pernah kau kenali lagi
dirimu yang sesungguhnya
hingga kau pun tak tahu,
apakah kau sedang menangis dan tertawa

 

Dps April 2014

DI LUAR BATAS





kau berdiri di sana. di luar impian
tak ada yang dapat kugapai. kecuali
seberkas bayangan yang selalu
lindap dalam kenangan

sekali waktu aku ingin kau
menjadi begitu nyata di pelupuk mata
tak hanya dipisahkan oleh jarak waktu
di mana rindu menjadi kabut kental
membuat kita hanya menggigil
dalam harapan yang tak pasti

kau berdiri di sana. di luar batas keyakinan
dan aku berdiri di sini. di belakang
garis penantian yang tak berujung
dan kita tak pernah tahu kapan bertemu



Dps April2014

DI UJUNG WAKTU





selalu aku akan membisikkan namamu
di antara celah-celah waktu
agar kau tahu jika aku tetap merindukanmu
meksipun kau jauh dari pelupuk mataku

dan setiap bisikku adalah napas cintaku
yang tak akan pernah berhenti berdenyut
pada setiap detik di nadiku

suatu saat kita akan bertemu
dan bersitatap untuk saling menyatu
memagut seluruh kerinduan
dengan desah yang sama di dunia nyata

tunggulah aku di ujung waktu
kau pasti sabar menunggu....

 
Dps April 2014

SENJA YANG TERSISA





kau mencoba mencuci senja yang tersisa
dari kenangan yang melekat pada hatimu
kau pun memoles bibirmu dengan warna jingga
dan selarik senyum di sudut bibirmu

matahari tersipu dan semakin merundukkan cahayanya
di tepi langit pada garis cakrawala memberimu isyarat
lelaki itu akan datang memberimu bunga impian
yang harumnya akan membuat semerbak
seluruh hari-hari yang akan kau lalui bersamanya

senja pun serasa begitu bersih dalam bayanganmu
dan kau mendahului seluruh waktu untuk menuju
pelaminan malam di mana kau akan menunggu dengan setia
lelaki itu menampakkan wajahnya di sudut malam

 
Dps April 2014

IMPIAN YANG TERTUNDA





hanya malam yang selalu membawamu
ke dalam kenangan dan selalu pula kau bertanya
kapan semua akan kembali seperti sediakala

kau pun berharap kenangan itu dapat kembali
membasuh harapan yang mulai sirna
tapi setiap harapan itu hanya membuatmu
terluka semakin dalam hingga ke liang airmatamu

kau pun tinggal menyesalinya sebagai
impian yang tertunda, karena kau terjaga
sebelum waktunya tiba untuk menjadi kenyataan

 
Dps April  2014

Setitik Tuba




bagaimana mungkin kau dapat
menuangkan setitik tuba dalam sebelanga susu
ketika kau rapuh dan galau pada saat
aku lengah menyapamu
dalam sebuah percakapan

bagaimana mungkin kau dapat
melakukan persetubuhan liar
pada setiap aksara yang kau torehkan
dengan sayatan-sayatan tajam
pada setiap lekuk napasku
hingga menjadi liang kubangan yang dalam
tempatku memeras setiap keperihan
dan setiap tetes airmata menguap
tanpa sedikit pun dapat membasuh hatimu

bagaiaman mungkin kau dapat
menggadaikan seluruh keyakinanmu
pada seorang perempuan yang hanya
mengajarkanmu perselingkuhan di luar kelas
dengan perhitungan matematika
dan merumuskan dengan kesabaran
hanya untuk mengambil sebuah keputusan

bagaimana mungkin kau dapat
menyimpan bangkai yang membusuk
sehingga membuatku serasa mual
melihatnya seperti seekor kecoa
yang menyelinap di balik lipatan gaunku
hanya untuk kusingkapkan jika
ketelanjangan jiwaku padamu

bagaimana mungkin aku dapat
meyakini diriku jika bukan kau yang dapat
memberi penawar meskipun hanya
dengan sebuah bisikan di telingaku
maka aku akan memejamkan mataku
agar aku tahu hanya kau yang hadir
di pelupuk mataku

Denpasar01042014 - ilustrasi : google