Selasa, 03 September 2013

Senja di Telapak tangan





senja di telapak tanganku
menggariskan warna jingga
aku mencoba menggenggamnya
agar tak lekas jadi malam

tapi suara azan di kejauhan
menghentikan seluruh langkahku
kau pun membasuh seluruh pikiran
dan perasaanku dengan doa

kekhusyukan pun terbentang
di atas sajadah, penuh keikhlasan
malam pun menjadi berkah
menyimpan seluruh ketenangan hidup

di mana aku meluruhkan seluruh keluhan
dalam salawat yang tak tamat-tamat
hingga kuterlelap dalam kearifan yang hakiki
sebagai hakikat yang penuh isyarat
hingga berkatku berlipat-lipat




Dpslsk20Mar2013

Senin, 02 September 2013

SILSILAH



tak pernah kutahu bagaimana menarik
garis silsilah yang terputus dari
rahim yang hilang untuk mengandungkan
seluruh impian keperempuanku kecuali
dari tangan lelaki laut dengan
belaian ombaknya untuk selalu
menuntunku ke luar dari kesangsian
tetapi lelaki laut itu kini berada
di seberang masa kanak-kanakku

dan sekarang aku harus meniti garis
silsilah itu dari sebuah jalan panjang
dari rahim malam yang telah merengut
sebagian bentangan di mana aku
mencoba mengejar seluruh bayangan
dari kenangan yang masih tersisa
tetapi selalu saja aku kandas terhempas
dan meniti garis itu kembali dari awal

berulangkali aku bangkit dan jatuh
hanya untuk merapihkan seluruh
keperempuananku yang masih tersisa
hingga nyaris tak kutahu jenis
kelaminku di dalam sebuah rumah
di mana aku harus berperan ganda
untuk mengambil keputusan setiap
impian yang harus kugariskan

dan kini aku telah menarik garis terputus
dalam sebuah ikatan untuk kurentangkan
meskipun bukan dari darah dan rahim
dari garis silsilah yang sama
tapi telah kujaninkan harapan itu
melampaui sebuah dunia yang nyata
di mana kebahagiaan itu telah kugenggam
dan aku dapat berdiri tegak dengan
kepala yang tengadah, ketika yang
kukandung sebagai impian telah
meneruskan garis silsilahku sebagai
ibu dari kodrad keperempuananku



Denpasar03092013


LENTERA




Kau hanya membawa sebuah lentera
ke dalam mimpiku
Itu hanya menciptakan serbekas bayangan
di antara sisa kemesraan

bagaimana aku dapat menyingkirkan harapan
jika memang yang usang itu milikku
bagaimana aku dapat menyongsong fajar
jika sayap-sayap sinarnya membakar

di dalam pekat itu telah kutabur seluruh impian
tapi bagaimana aku membaca setiap jejak
jika semua raib di dalam gelap?

doa telah menuntuku pulang
tapi lihatlah di sepanjang jalan
jejak kenangan itu terus membayang
tanpa menyisakan seberkas cinta
untuk sekedar kukenang


Dps03092023- ilustrasi : google

SEPOTONG SENJA YANG RANUM




ah, sepotong sisa senja itu
masih juga kau kunyah
dengan sisa-sisa percakapan
yang tertunda dari rongga malam

dan kau masih mengulumnya
dengan kecemburuan
tak sedikit pun tersisa rasa bersalah
padahal aku sedang menunggumu
menyeduhkan senja yang lain

dudukalah di tepi senja itu
nikmati jingganya yang ranum
agar kita dapat terus berkisah
di sepanjang jalan pulang



Denpasar02092013

Tangga Kerinduan



jika kau pernah terhempas
oleh pekikan angin
hingga kau tersesat
dalam nyanyian badai

dan kau kehilangan
lengan dan ruas-ruas jari
untuk menggapai

melangkahlah terus
dan susuri jejak kaki
yang menghilang

jangan kau biarkan tenggelam
dan terkoyak di pusar kelam
hanya untuk kafani malam
hingga debu membutakan impian

dakilah setiap tangga kerinduan
tanpa memanggil namaku
dengan suara yang lirih dan tajam
karena bisikanmu selalu kudengar
meskipun dari dalam liang kegelapan


Dps02082013- ilustrasi : google


Minggu, 01 September 2013

DALAM PEKAT



aku keluar, lewat senja
malam di pelupuk mata
orang-orang terlipat
dalam kelam
menyisakan bayangan

mungkin aku masih bermimpi
menyisir rambut di belakang kaca
seperti menjalin cinta
di rambut yang kusut
di belakang pintu tertutup
jangan lagi kau ketuk
sebab aku masih berlutut
dalam doa yang kalut

aku keluar, lewat malam
mungkin dini hari
tak ada yang dapat kupejamkan
pikiran mengambang
serupa wajah malam
tak kutemukan wajahmu di situ
di antara bisikan-bisikan ayat

ah, aku masih juga tersekat
dalam pekat



Dps01092013 – ilustrasi : google