Jumat, 13 Mei 2016

JADILAH


di manakah laut yang teduh
jika ombak menggulung
terhempas semua di tepian

di manakah sukma tersembunyi
jika raga terkulai
di antara angkara murka

di manakah tuhan sekalian alam
bagi jiwa-jiwa yang keruh
untuk dinubuatkan

tuhan kusebutkan nama-mu
dalam kepasrahan yang teguh
sesudah dan sebelum kuaminkan

dan atas seluruh kaumku
di atas semua keperempuanan
: jadilah!

Denpasar, 28 04 2016

Kamis, 12 Mei 2016

KETIKA BULAN KESIANGAN 1


hanya semalam, bulan kesiangan
tanpa kau tahu, gaun yang kukenakan
telah menjadi kelambu malam yang membentang
di sana kau pun melihatku sebagai sesosok bayangan
menggeliat dan meliuk dalam kekelaman


sejak saat itu kau mengenalku sebagai batari durga
bukan lagi sebagai dewi uma yang bertapa di lautan luas
gelombang demi gelombang keresahan, menggulung
hasrat demi hasrat membuih-buihkan naluri purbaku
hingga seluruh kahyangan terguncang di atas pelaminan

langit pun seketika menjadi lebih kelam dari malam
dan bulan kesiangan menuju ke peraduan
di mana percintaan tak dapat lagi merayu
semua kerinduan kecuali menghempaskan
aku dan kau dalam ketiadaan tanpa batas


Denpasar, 26 04 2016

Rabu, 11 Mei 2016

JEJAK-JEJAK LANGKAH


bukan aku ingin menghitung setiap langkah
juga untuk meninggalkan jejak-jejak kenangan
aku hanya ingin kau melihatku dari sisi yang lain
pada setiap jarak, pada setiap waktu
dan kau akan tahu jika tak ada yang berubah
hanya mungkin kerinduan yang membuat kita alpa


tidak ada yang perlu disesalkan dari sebuah jawaban
pucuk-pucuk bunga akan mekar menurut waktu
juga akan merekah sesuai dengan musimnya
dan ada saatnya gugur pada setiap tangkainya
tetapi itu bukan akhir dari segala peristiwa
semua akan kembali pada awalnya sediakala

seharusnya kau tetap percaya
jika keharuman cinta itu akan selalu semerbak
pada setiap langkah yang pernah kau lalui
kau akan tahu betapa indah menyusurinya
meskipun mungkin tak lagi memiliki setiap kelopak
sebagai penanda setiap impian jika
semua sudah menjadi lebih nyata dari sebelumnya

tak perlu kau menyebutku mawar atau apa pun
jika hanya tangkainya yang membuatmu terluka
tak perlu kau menyebutku melati seputih apa pun
jika hanya malam yang membuatku semerbak
tak perlu kau menyebutkan tentang kesetiaan
jika hanya perselingkuhan yang menjadi bagian

maka biarkan, jarak, ruang dan waktu menjadi
sesuai dengan apa yang kau dan aku mau
tanpa perlu harus mengerang dan berbisik
karena semua sudah menjadi satu dan tak terpisahkan
di mana untuk selamanya dan seterusnya berdiang
dalam sebuah keabadian tanpa batas


Denpasar, 20 april 2016

MIGRASI SEBUAH HATI


bukan aku memggusur bahasa yang kau ciptakan
aku hanya ingin berdiri di lain waktu
mungkin kita tak akan bertemu
udara sudah terlalu bertuba
untuk kita hirup bersama


biarkan sisa-sisa mimpi itu
di belakang punggung kita
untuk sekadar kita berpaling pada kenangan
tanpa perlu kembali memiliki

sebab mungkin kita perlu migrasi
meraih kembali harapan yang lebih abadi


Denpasar, 18 04 2016 - ilustrasi from google

CINTA DITOLAK DUKUN BERTINDAK


(seri Nyai Dasima 1)

nyai dasima dari tangerang
bodynya semok alang kepalang
siapa yang lihat matanya jalang
si bule inggris datang meminang


nyai dasima ibarat kembang
tak juga layu dihisap si kumbang
di batavia aromanya mengembang
membuat para lelaki imannya goyang

bang samiun si tukang sado
merasa kapiran kalau tak jodoh
bini pertama pun dinego
harta nyai dasima sebagai berkah

bang samiun pun menghalalkan cara
nyai dasima melihatnya sebelah mata
bang samiun merasa cintanya ditolak
tak ada pilihan dukun pun bertindak


Denpasar, 15 04 2016


‪#‎wait_for_theNextstory‬: Habis Manis Sepah Dibuang

SELEWATAN WAKTU


akhirnya hari itu aku datang juga meyapamu
dengan segala rindu untuk kita tumpahkan
dalam cumbu rayu, meskipun hanya selewatan waktu

akan kukenakan seluruh keperempuananku
sebelum kau menanggalkanya satu-satu
dan kita terengah kemudian bisu
sambil tersipu-sipu malu

: ah, kamu

DPS 14 04 2016 ilustrasi from google

Kamis, 14 April 2016

PUNGGUK BULAN


siapa yang melepas bulan
di selangkangan malam
hanya untuk merayu pungguk
dengan sejumput impian


lihatlah lelaki tambun itu
menjadi penyadap setiap kelam
dengan tubuh berlumut usia
setelah sepi menyianginya

kini lelaki itu menggigil memanggil
sebuah nama yang tak dikenalnya
untuk menyetubuhi kesepiannya
dengan ejakulasi dini tak terperi

maka sesal pun mengulitinya seperti
kurap yang tertabur dan menyebar
ke seluruh jiwanya dengan rasa gatal
tanpa sempat mencabiknya

lelaki itu pun menjadi pungguk
untuk semua impian
tanpa pernah tahu batas
antara siang dan malam


Denpasar 12 04 2016 - ilustrasi : google