Senin, 27 Agustus 2018

HALAMAN PERTAMA

menyapu seluruh senja di halaman
sebelum tahun-tahun awal berserakan
aku ingin membuka setiap percakapan
bukan hanya sebagai salam kemuliaan
dari perbuatan yang seharusnya dilakukan
melainkan dengan ketulusan dan keikhlasan


maka kini aku tak ingin lagi bertanya
apakah selalu ada jalan untuk memintas

sebab kini aku tahu ke mana tempat
yang seharusnya kutuju
meskipun mungkin tanpa perlu
harus meninggalkan sebuah penanda
untuk selalu kembali pada awalnya

sebuah halaman pertama
di mana kita selalu membacanya
meskipun tak pernah selesai

Denpasar 02 01 2018

DRUG

bagaimana harus memilih
jika aku tak punya pilihan
dan suaraku hanya tersimpan
dalam sebuah kotak kosong
di mana setiap selogan adalah puisi
lebih indah dari napas para penyair


kini aku hanya dapat
mengkampanyekan diriku
dengan janji-janji yang seksi
jika programku lebih sintal
untuk didesahkan
dalam irama pembangunan

dan di sana tiang-tiang pancang
akan terus ditegakan
dengan gairah menjulang ke langit
setiap impian peradaban
sebagai sebuah jaminan
atas nama keadilan dan kemanusiaan

itulah kampanyeku, meskipun kelak
hanya menyemburkan udara
penuh polusi korupsi dan diskriminasi
atas nama kelangsungan demokrasi
agar dapat menghalalkan segala cara
dari apa yang halal maupun haram

maka jangan lagi kita bertanya
tentang logika dan kebenaran
untuk menentukan pilihan tanpa pilhan
selain sebuah pil penenang
sebagai sebuah kemenangan

Denpasar 11 01 2018

MAHAR

mahar apa yang harus kuberikan
ketika semua menjadi begitu hambar
untuk apalagi aku menawar
jika tak ada lagi pelaminan
untuk bersanding
ketika bantal dan guling kau tukarkan


kini aku bukan lagi pedagang keliling
untuk menggadaikan semua marwah
setelah semua jatuh tempo
dan aku melihatmu bermain koprol bambu
di luar musim sebagai pedagang sapi

maka aku memilih bernyanyi di luar kamar
meski dengan suara yang sumbang
tentang sebuah mahar yang ingkar
dan tak dapat lagi diikrarkan
dalam sebuah perjanjian tak tertuliskan
aku tak perduli menjadi makar

Denpasar 14 01 2018

PANTUN BINAL

untuk apa bertukar rupa
jika serupa pinang dibelah dua
untuk apa bermanis-manis muka
jika bersumpah serapah juga


sudah kusut benang di tangan
tak akan mungkin memintal angan
sudah putus masih juga dikenang
tak akan mungkin jadi kenyataan

tidur di ranjang berpeluk malam
dingin mengusik hingga ke tulang
perempuan binal mengucap salam
: selamat tidur sayang ..

Denpasar 18 01 2018

SUNGSANG


dari mata ikannya, laut tak berpantai
seluruh waktu menjadi sisik tanpa sirip
dan kita pun bernapas dengan insang
tanpa perduli hidup yang sungsang
untuk menyelam sambil minum air


sambil menghafal sebuah alegori
kita membuat sebuah logaritma tanpa ukur
untuk mengayunkan sebuah pendulum
dengan sebuah perhitungan terdampar atau karam

dan selalu saja gelombang menjadi alasan
membuat pukat di mana ikan-ikan
menyeberangi arus musim
tempat laut menyimpan sampan

Denpasar 31 08 2017

SERABUN MALAM


serabun apakah malam
ketika kelam hanya perselingkuhan
dari setiap bilangan nominal

seperti roda prostitusi, intuisi
menanggalkan semua kancing percakapan
dan moralitas adalah penari telanjang
tempat semua peradaban diliangkan

: "setiap gerak adalah tari!" katamu
meskipun yang tersisa hanya sepenggal napas

dan kita menghelanya dengan sia- sia
jauh sampai ke ujung ranjang
tempat seluruh hari ditidurkan
tanpa pernah tahu kapan terjaga

Denpasar 02 08 2017

Minggu, 21 Mei 2017

TERSEMATKAN




seluruh waktu telah kucumbu
seluruh ruang telah kusayang
tapi di antara ruang dan waktu
rindu itu terentang tak terbilang

hari-hari pun serasa begitu panjang
kenangan demi kenangan, berhamburan
pada setiap langkah seperti menabur
serbuk seribu bunga untuk kelak
kita semai harumnya bersama-sama

tak ada ruang jeda untuk menunda
setiap cumbuan dan rayuan
pada setiap detik dan setiap waktu
kita tak ingin kehilangan harapan

keikhlasan demi keikhlasan, kita bisikan
perjanjian demi perjanjian
kita sematkan pada setiap desahan
untuk mengingkari kealpaan
agar semua kelak tak sia-sia

seperti yang selalu kau hembuskan
: "bacalah setiap keyakinan
dengan mata batinmu
agar kau tahu bahasa cintamu!"

 

Denpasar sby 2014