Mawar adalah aku, kelopakku semerah saga, batangku berduri, harumku semerbak mewangi : KUMPULAN PUISI NUNUNG NOOR EL NIEL
Senin, 09 Desember 2013
RUMAH DI BALIK KABUT
sesekali aku ingin berkisah tentang
sebuah rumah yang dihuni kenangan
di situ memang tersimpan masa lalu
di mana seorang anak dilahirkan
oleh rahim kabut yang tak pernah tersibak
kecuali oleh bayangan yang samar
seluruh kenangan itu kini hanya
melahirkan impian demi impian
dari kodrat seorang perempuan
untuk selalu menyimak di mana
harus bercermin sekedar untuk
mengenali dirinya sendiri
seperti tak ada jalan yang lurus
aku mencoba menyusuri setiap langkah
di mana jejakku masih tersisa
tapi kota-kota itu sudah kutinggalkan
jauh di belahan timur usia
tanpa pernah dapat kembali ke barat
kecuali hanya sebagai tamu
untuk menyapa diri sendiri
kini aku hanya dapat menyiangi
seluruh kenangan itu dan melipatnya
sebagai sebuah catatan panjang
jika aku pernah menjadi sebuah bagian
dari impian yang tak terwujudkan
sebagai kenyataan meskipun hanya
untuk sekedar dipahami
jika aku pernah berumah di balik kabut
Denpasar09122013
Gending
di dinding hatiku bukan sekedar aksara
yang kutorehkan
tapi sebuah mantera cinta
dan kini telah ditutup oleh kabut debu
di altar itu tak perlu lagi
aku meliukkan sebuah tarian purba
hanya untuk kisah rama dan sinta
tapi kugemakan gending rahasia
meskipun mungkin
tak ada yang mendengarnya
dan aku akan membiarkan bayu
tetap berhembus sepanjang musim,
meskipun tak juga sampai di lubuk hatimu
tanpa perlu juga aku menunggu
sebab aku tahu kau akan
merindukan wangi tubuhku
di pelaminan malam itu
dengan gairah yang memburu
di mana aku menghempasmu
dengan cumbu penuh rayu
Denpasar09122013
yang kutorehkan
tapi sebuah mantera cinta
dan kini telah ditutup oleh kabut debu
di altar itu tak perlu lagi
aku meliukkan sebuah tarian purba
hanya untuk kisah rama dan sinta
tapi kugemakan gending rahasia
meskipun mungkin
tak ada yang mendengarnya
dan aku akan membiarkan bayu
tetap berhembus sepanjang musim,
meskipun tak juga sampai di lubuk hatimu
tanpa perlu juga aku menunggu
sebab aku tahu kau akan
merindukan wangi tubuhku
di pelaminan malam itu
dengan gairah yang memburu
di mana aku menghempasmu
dengan cumbu penuh rayu
Denpasar09122013
Petualang Mimpi
siapa yang berlayar begitu jauh
melewati palung tidurku
dan selalu mencumbuku dengan
rayuan pantai dengan hasrat tergerai
di sepanjang pesisir itu aku melihat
kau berdiri melipat-lipat ombak
dan membangun istana dari pasir
sedangkan lidah-lidah ombakmu
tak juga dapat meruntuhkan
tebing-tebing karang
bahkan kau tak dapat memahat
namamu di situ
kini laut telah menghanyutkanmu
begitu jauh dari pikiran
hanya perasaanmu kini terbawa arus
dari petualangan tersembunyi
di bawah permukaan air
di sana mungkin kau akan karam
dengan penyesalan yang panjang
kau pun baru menyadari, jika
kebebasan ternyata ada batasnya
Denpasar08122013
melewati palung tidurku
dan selalu mencumbuku dengan
rayuan pantai dengan hasrat tergerai
di sepanjang pesisir itu aku melihat
kau berdiri melipat-lipat ombak
dan membangun istana dari pasir
sedangkan lidah-lidah ombakmu
tak juga dapat meruntuhkan
tebing-tebing karang
bahkan kau tak dapat memahat
namamu di situ
kini laut telah menghanyutkanmu
begitu jauh dari pikiran
hanya perasaanmu kini terbawa arus
dari petualangan tersembunyi
di bawah permukaan air
di sana mungkin kau akan karam
dengan penyesalan yang panjang
kau pun baru menyadari, jika
kebebasan ternyata ada batasnya
Denpasar08122013
Cinta Tanpa Sayap
kisahmu adalah juga kisahku
terbang atau jatuh
dengan sayap atau tanpa sayap
di langit atau di bumi
cinta adalah sebuah misteri
tak ada yang perlu dimaafkan
dari ruang untuk saling berbagi
jika kau tak dapat menjamah sepiku
karena kau pun tak dapat
menjamah sepimu sendiri
dan kabut yang menyelimuti tubuhku
biarlah menjadi pembalut sepiku
kelak kabut itu pun akan berlalu
dan cahaya matahari kembali menyiangi
seluruh langkah-langkahku
maka cumbuilah tuhanmu
dengan sepenuh keyakinanmu
dia akan memberi
Denpasar09122013
Jumat, 06 Desember 2013
Sisa-Sisa Bayangan
siapa yang telah menyapaku
di bawah teriknya matahari
apakah kau ingin menyejukkanku
dari kesemuan waktu
hembuskanlah seluruh hasratku
meskipun mungkin kau
hanya sebagai bayangan semu
hingga kau dan aku menyatu
di dalam ruang dan waktu
sudah terlalu lama aku terpanggang
oleh kesepian yang meradang
maka kini pagutlah aku
dengan seluruh aksaramu
agar jiwaku bangkit
dan dapat mengulum rindu
meskipun aku akan terbakar oleh nalurimu
agar aku dapat menggeliatkan sisa-sisa bayanganku
Denpasar07122013- ilustrasi : google
Senin, 02 Desember 2013
LELAKI DI SELANGKANGAN MALAM
lelaki itu menjerang matahari
membakar cahaya
memanjangkan bayangan
pada setiap langkahnya
tubuhnya tegap, dadanya bidang,
otot-otonya menggumpal
berkilau seperti tembaga
tatapannya tajam dan jauh
melewati batas-batas petualangan
: ke barat!
suaranya berat dan dalam
lelaki itu mengangkat dagunya
penuh keangkuhan
jari-jarinya yang kukuh
mulai mencengkram setiap impian
dengan rambutnya yang terurai
tapi di selangkangan malam
lelaki itu tersesat dan terjaga
ketika ia menemukan dirinya
di samping seorang wanita
menggunting malam
pada setiap ujung rambutnya
lelaki itu pun terkapar
dalam diam
Denpasar03122013 - ilustrasi : google
LURUH
kini kerinduan itu berpendar pada cahaya
aku dapat melihat bayangmu di sana
menghampiri dan menyapaku
dengan seulas senyuman yang menyejukkan
dan aku menyambut uluran tanganmu
aku hanya dapat berbisik padamu
: genggamlah
kau menggenggam penuh kehangatan
yang menjalar ke seluruh tubuhku
dan aku pasrah merebahkan kepalaku
pada bidang dada malammu
di situ aku merasa nyaman dan damai
aku ingin memejamkan mataku
dan aku tak ingin terjaga
sebelum semuanya menjadi nyata adanya...
Denpasar02122013 –ilustrasi : google
Langganan:
Komentar (Atom)


