Kamis, 03 Oktober 2013

Cermin Retak



sebuah cermin yang buram
tapi mengapa bayangan kita
selalu berada di sana
mengapa seluruh impian
menjadi hitam putih?

tak adakah impian
yang penuh warna
dan suka cita?

penuh dengan pelangi
di mana anak-anak kita
menatap dengan penuh pesona
setelah gerimis reda?

ah, cermin yang retak
hanya membuatku mendesah
dalam kepedihan....


Denpasar04102013

Kenangan




di padang ilalang itulah
aku pernah melangkah
berlari dengan tangan terbuka...

aku ingin meraih dan menghamburkan diriku
ke dalam pelukan seluruh harapan
agar aku nyaman..

meskipun kau tinggal
di bentangan langit
dan lipatan awan...

meksipun kelak tinggal kenangan
yang tersisa dan kumiliki...


Denpasar04102013

TELAPAK KENANGAN


aku mencoba kembali menyapa masa lalu
dari in box akun yang lemot dan sesekali eror
adakah yang dapat kuingat di situ
 masihkah nama-nama itu tersimpan
bersama alamat-alamat mereka

tetapi selalu saja ada yang hilang
dan tak tersapa olehku
tetapi selalu saja ada yang muncul
dan menyapaku hanya untuk mengingat
sebuah peta di mana seluruh kenangan itu
masih tersimpan dalam bayangan

sesekali pula aku tersesat
pada orang-orang tak kukenal
menyapaku dengan kehangatan
jika aku adalah bagian
dari masa lalu mereka yang hilang

mereka pun mengatakan masa lalu itu
ada pada diriku yang telah kutinggalkan
hingga mereka kehilangan masa lalunya
maka mereka pun memintaku kembali
: kapan kau datang?

aku pun hanya dapat termangu
di balik pintu kenangan yang mulai menutup
di sana tinggal hanya bayanganku
memandangku melangkah menjauh
dari apa yang pernah kumiliki

: kelak, hanya kenangan yang kau miliki!
bisik bayangan itu di antara
suara-suara telapak angin dan langkahku
di mana aku hanya dapat mendengar
hembusan-hembusan suaraku sendiri
sebagai jejak yang tak terhapuskan


Dps03102013 – ilustrasi : google

BIJI-BIJI IMPIAN YANG HILANG


Untuk sahabatku Iverdixon Tinungki
simpatiku pada pulau Bangka



 
aku mendengar suara-suara burung camar
memekik-mekik di atas buih-buih ombak
mengabarkan tentang pulau-pulau yang hilang
tempat mereka menyarangkan impian

aku mendengar suara anak-anak pulau
tak lagi bernyanyi di padang-padang terbuka
hingga suara mereka memantulkan doa-doa
dan mantera yang diajarkan moyang mereka

tak lagi kudengar suara-suara burung camar
tak lagi kudengar suara anak-anak pulau
aku hanya mendengar suara mesin yang galau
di mana aku dan anak-anakku menjadi budak
impian dari sebuah peradaban

di sana, di pulau yang tak lagi hijau tapi hitam
oleh minyak-minyak pelumas, kami tak dapat lagi
melahirkan biji-biji impian, tapi biji-biji besi
menjadi lebih legam dari kelamnya malam
sebab kami tak lagi diajarkan mencintai alam

di sana, di pulau yang hitam, setelah
biji-biji besi tak lagi dapat ditambang
tinggal hanya sebuah pulau hantu
yang mengambang di atas permukaan lautan
atau perlahan-lahan tenggelam ke dasar samudra
dan hanya menyisakan pulau impian yang hilang
dari sebuah tradisi panjang anak zaman



Denpasar 02102013- ilustrasi : google

Senin, 30 September 2013

TAUTAN



kau melayarkan kembali seluruh kenangan
pada ingatan di mana cinta kau tautkan
seperti tali yang kau simpulkan
untuk mengikat kembali seluruh perasaan
agar tak terbaikan dari keniscayaan

seperti ombak yang selalu tergerai
di sepanjang pantai kau tak pernah usai
menghembuskan napas cintamu
atas nama kerinduan dan kesetiaan
di mana hatimu ditambatkan
pada sebuah hati dengan penuh keikhlasan

di pantai itu kau pun menggariskan seluruh
batas impian tentang harapan untuk tidak pernah
lekang oleh waktu hanya sekedar menepis
kecemburuan pekikan burung camar pada
lidah-lidah ombak tentang keabdian kisah cinta



Denpasar30092013

Minggu, 29 September 2013

MENYANGKAL


tamparlah pipi kiriku dan aku
akan memberi pipi kananku
sebab mungkin tanganmu
lebih suci dari wajahku
karena kau selalu melipatnya
dan mengatupkan jemari tanganmu
dengan doa-doa dan bibir bergetar
ketika kau membaca setiap ayat
dengan penuh kekhusyukan
tanpa pernah kau merasakan
bagaimana kenistaan menjamah
seluruh kehidupanmu dan menjadikan
dirimu sebagai orang yang najis
bukan atas kemauanmu sendiri

rajamlah diriku dengan batu,
jika kau merasa lebih suci dariku
dan jangan pernah kau
mengasihani diriku, karena
kau hanya akan menistakan dirimu
setelah kau menajiskan diriku
hingga hanya membuatmu meratap
oleh penyesalan panjang, jika ternyata
kau menyangkal dirimu, karena
tidak jauh berbeda dengan diriku


semua itu hanya membuatmu
membelah cermin tanpa pernah
kau ingin berbagi dengan dirimu sendiri
jika kau ternyata berada di antara
dua sisi yang gelap dan terang
di sana dirimu hanya serupa bayangan
tanpa bentuk dari sebuah pertanyaan
juga kesangsian dan tanpa pernah
mendapatkan sebuah jawaban







Dps30092013 – iluatrasi : google