Jumat, 12 September 2014

Puisi-pusi Alit



REMANG
dalam remang
tercipta bayang-bayang

MERETAS
sekelopak demi sekelopak
meretaskan bahasa bunga

SENJA
senja merekah jingga
di pipi dara jelita

SUNGAI
mengalirlah sungaiku
ke hulu kalbu

BUTIR EMBUN
airmatamu menetes
serupa embun

KELAM
malam melepas kelam
pada cahaya bulan

LEKUK
di lekuk tubuhmu
malam tersimpan

ERANGAN
di sela-sela erangan
kau terpejam

MATAHARI
matahari membias
di selangkangan waktu



 


Denpasar 12 Sept 2014

Senin, 08 September 2014

SAGU





 bau tanah itu selalu saja tercium olehmu
: 'aku ingin pulang,' katamu
sambil mengunyah sisa sagu di mulutmu
ketika aku sedang mencuci piring
dan mengepel lantai rumah yang kotor
di mana jejak kaki dan puntung rokokmu
bertaburan di seluruh sudut rumah

aku tidak tahu lagi bagaimana mengecat
seluruh dinding rumah yang kusam
dan retak-retak di sana sini
ketika aku harus melunasi semuanya
dengan mengangsur seluruh kehidupanku
ketika kau hanya membayarnya
dengan ejakulasi dini di tepi ranjang

selalu saja kau katakan: 'pulang!"
tanpa pernah kau bayangkan harga tiket
pulang dan pergi untuk kerinduanmu
dari kesepian adat dari warna kulitmu
jika semakin lebih legam dari
warna tanah kelahiranmu

kadang aku ingin memberimu selembar tiket
untuk tidak pernah kembali
agar kau dapat menghirup bau tanah
seperti kau mengunyah sagu



Denpasar  09092014 – ilustrasi : google

Minggu, 07 September 2014

PEREMPUAN BERGAUN BIASA



gaun itu memang tak lagi berwana jingga
telah kusampirkan semusim yang lalu
ketika kau berpaling dan menepis bayanganku
hingga aku hanya dapat melangkah sendiri
menyeberangi batas cakrawala yang selalu
kita lalui bersama sebelum malam terpejam

dan aku mencoba bersijingkat dari percikan sisa impian
ketika aku terlelap di siang hari
pada saat terjaga kutemukan sebuah puisi
tertulis pada setiap lipitan gaunku

aku kemudian mencoba menyampirkan gaunku
di beranda malam menepiskan kelam
dan berharap bulan menyianginya
setidaknya sebutir bintang yang mengerjap
meskipun dikejauhan sebagai sebuah harapan

jika kau berada di sana melambaikan tangan
mungkin masih ada impian yang kau janjikan
untuk disematkan pada gaunku
hingga aku dapat kembali tengadah
dengan seulas senyum di sudut bibirku
tanpa sebuah goresan yang tajam
tapi sebuah lengkungan pelangi

dan aku berharap akan membuatmu
menatapku lekat-lekat seperti dahulu
bukan sebagai seorang peri
tapi sebagai seorang perempuan biasa
seperti sebagaimana nyatanya

 


DPS 08092014

TERSEKAP DALAM BISU




berulangkali tersekap dalam kebisuan
kau buat menggigil dalam kesunyian, kekasih
kecemburuan yang membakar hasrat purbaku
telah melepasku dalam kegalauan

Kutahu rasa itu masih tetap ada
melekat seperti daun pada tangkainya
hanya waktu yang bisa mengubah
dari coklatnya tanah menjadi hijau
walau melebur tapi aku tak ingin lupa

mungkin hanya lewat kata
akan kutuang rindu ini
karena kata adalah mantra
sebait saja dimengerti
menyampaikan suara hati

menjelmalah sebutir mutiara
di dalam gelapnya sukmaku
tanpa aku harus menorehkan
sebaris pesan untukmu...

 
DPS 08 Sept 2014 - ilustrasi : google


Rabu, 03 September 2014

Jendela Senja



jendela senja itu selalu terbuka
tak pernah kututup. sebelum kupetik bunga itu
dan kudekap di celah dadaku yang selalu terbuka
seperti gaunku yang berhiaskan warna pelangi

di sana, di balik perbukitan itu yang membuatku
tak dapat berlari, ketika kau menatapku lekat-lekat
dan aku hanya dapat membiaskan seulas senyum tersipu 

sebab kau tahu setiap helaan napas puisiku
mendendangkan seluruh langkah bersamamu....



DPS 03092014

CEMPOR


Jangan pernah kau menjadi dalang
dan memainkan anak wayang
dari sebuah kotak yang salah

karena kau akan kehilangan peran
dari seluruh permainan
juga kisah dari rama dan sinta

di sana kau akan kehilangan cinta
dari seluruh bayangan
di balik lampu campor yang bercahaya

 


DPS 03092014- ilustrasi  : google

KEPASTIAN



jangan pernah kau bertanya
kapan aku menggapai
sebab kau tahu aku selalu melambai

jangan pernah kau bertanya
kapan aku melangkah
sebab kau tahu aku telah sampai

jangan pernah kau bertanya
mengapa aku selalu menatapmu
sebab hanya kau pilihanku

jangan pernah kau bertanya
hatiku yang tersimpan di balik kerinduan
tak pernah memberimu harapan

kini aku menunggu seluruh jawaban
dari tempatmu berdiam
dengan penuh kesabaran dan keyakinan

 
 
 
DPS 02092014 - ilustrasi : google