Jumat, 26 Juni 2015

SECUKUPNYA


di sana aku pernah duduk, menyimak
sekilas melirik waktu sebelum pergi
meninggalkan bangku itu, kosong

sesekali aku mencoba berpaling
pada rambutku yang terurai sepinggang
dengan tubuh yang langsing
seperti menyimak keperempuananku
masih pantaskah aku berparas rupa

tubuh seperti waktu membentuk
tak dapat ditanggalkan pada setiap
hirupan napas pada setiap desahan

kini tinggal hanya jejak dan langkah
jika aku pernah menyusuri dengan bilangan
kemudian terkunci di belakang
dan aku hanya dapat menggenggam hikmah
untuk menyimpannya di lubuk dada

sesekali aku membukanya dengan debar
serta seulas senyuman untuk dipahami
tak lebih dan tak kurang
: secukupnya....



Dps 24 06 2015 - ilustrasi : na-google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar