Senin, 21 September 2015

DI TEPI LANGIT


di tepi langit mana lagi
dapat kurentangkan gaunku
menjadi selendang pelangi
ketika gerimis mengabut
dan tak memberi tanda-tanda
seberkas cahaya


kini aku hanya terhampar
di atas permukaan bumi yang fana
menyusuri setiap kenistaan
tanpa sedikit pun dapat meratapinya
meskipun hanya sebagai penyesalan

tanganku tak dapat lagi memintal
setiap belaian penuh kasih sayang
kakiku tak dapat lagi melangkahi
setiap jejak ibu yang menyimpan surga
meskipun telah kubasuh dengan doa

di tepi langit mana lagi
aku dapat tengadah tanpa sekedip pun
mengerjapkan pelupuk mataku
untuk sekedar menatap dan menikmati
seluruh berkah cahaya sebagai karunia

kecuali kini, aku hanya dapat berdiri
di belakang bayang-bayangku sendiri
dan membiarkannya menjelma
menjadi apa saja tanpa perduli



DPS 22 09 2015 - ilustrasi : google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar