Senin, 16 Februari 2015

Cermin Cembung dan Cekung


masih juga kau mencoba menyibak
setiap rahasia yang tersembunyi
pada setiap bilahan-bilahan waktu
hanya untuk mencumbu setiap kerinduan


padahal kau sudah begitu hapal setiap desir angin
dari setiap helaan napasku setiapkali menyapamu
tetapi selalu saja kau meminta untuk mengulangnya
sebelum matamu terpejam dan merasakan desiran itu
menyaput jauh ke lubuk dadamu yang terdalam

padahal setiapkali kau sendiri
selalu alpa menyebut namaku
sekalipun kau telah tahu ketelanjanganku
adalah cermin dari dirimu sendiri

semoga, cermin itu tetap memantulkan
bayangan kita bersama dan tak pernah
mengabur oleh waktu untuk tetap melihat kita
apa adanya..

seperti yang selalu kita sepakati bersama
untuk tidak menjadi cermin yang cembung atau cekung
hanya untuk menandai setiap pengingkaran



DPS 16 02 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar