mendung di luar jendela
angin tak menyapa
kini tak ada lagi yang tersisa
kopi pun tandas di atas meja
tak ada yang bisa kureguk
kecuali kesendirianku
harapan, hanya seulas senyuman
mengurai dalam ke kosongan
aku tak tahu, kenapa ada rasa
yang meretas seperti ini
tak bisa kutepis atau kulumat
agar kesangsian tak merayap
menyekap seluruh rasa
ke dalam ketiadaan
selalu saja tak membiaskan pilihan
meradang atau berdendang
semuanya menjadi tak nyaman
padahal aku sudah alpakan
seluruh kenangan dari ingatan
Sebab aku harus berjalan
ziarahi perjumpaan
dari sekedar pertemanan
namun bayangan itu selalu datang
menggores perasaan terdalam
Haruskah aku mengenalmu?
Lalu membuat pertaruhan?
Hm....
Dps Juni 2014bersama HG
Mawar adalah aku, kelopakku semerah saga, batangku berduri, harumku semerbak mewangi : KUMPULAN PUISI NUNUNG NOOR EL NIEL
Jumat, 06 Juni 2014
Minggu, 01 Juni 2014
LELAKI METONIMY ITU
---kepada remmy novaris dm
belum pernah aku mengenal seorang lelaki
membunuh dirinya sendiri berulangkali
lelaki yang selalu bangkit dari kematiannya
dan membiarkan dirinya menggores
setiap aksara di jalan-jalan yang sepi
hanya untuk mendustai setiap keyakinannya
sebagai orang yang sesat dari kesetiaan
tetapi selalu saja aku menziarahinya
dan berkisah bersama tentang hari-hari
yang selalu dilepaskan dari tubuhnya
hanya untuk mencari catatan harianku yang hilang
agar dapat kembali membacanya
dan lelaki itu tak pernah bosan mendengar
setiap bisikan yang kuerangkan sebagai kutukan
selalu saja diaminkannya dengan napas cumbuan
yang membuatku mabuk di ujung kisah
entah kenapa, aku tak juga bisa berpaling
setiapkali ia bersijingkat di celah waktu
dan mengintipku dari sana
ketika aku sedang mengunyah buah apel
pada siang hari hingga membuatku tersedak
setelah aku menyadari buah itu
telah dikunyahnya sedemikian lahapnya
sungguh tak pernah aku membayangkan
lelaki itu dapat mengukur setiap lekuk resahku
dan berdongeng tentang keperempuananku
yang telah kutanggalkan sejak mengenalnya
hingga aku tak tahu bagaimana cara melupakannya
belum pernah aku mengenal seorang lelaki
membunuh dirinya sendiri berulangkali
lelaki yang selalu bangkit dari kematiannya
dan membiarkan dirinya menggores
setiap aksara di jalan-jalan yang sepi
hanya untuk mendustai setiap keyakinannya
sebagai orang yang sesat dari kesetiaan
tetapi selalu saja aku menziarahinya
dan berkisah bersama tentang hari-hari
yang selalu dilepaskan dari tubuhnya
hanya untuk mencari catatan harianku yang hilang
agar dapat kembali membacanya
dan lelaki itu tak pernah bosan mendengar
setiap bisikan yang kuerangkan sebagai kutukan
selalu saja diaminkannya dengan napas cumbuan
yang membuatku mabuk di ujung kisah
entah kenapa, aku tak juga bisa berpaling
setiapkali ia bersijingkat di celah waktu
dan mengintipku dari sana
ketika aku sedang mengunyah buah apel
pada siang hari hingga membuatku tersedak
setelah aku menyadari buah itu
telah dikunyahnya sedemikian lahapnya
sungguh tak pernah aku membayangkan
lelaki itu dapat mengukur setiap lekuk resahku
dan berdongeng tentang keperempuananku
yang telah kutanggalkan sejak mengenalnya
hingga aku tak tahu bagaimana cara melupakannya
Denpasar 3005 2014
SEHARUSNYA
seharusnya kau tak pernah ragu
jika aku adalah perempuan
yang memiliki kesetiaan dan kesabaran
seharusnya pula jangan kau sia-siakan
hanya dengan kecemburuan
apalagi dengan penghianatan
seharusnya kau tahu sejak dahulu
jika perempuan adalah mawar
yang tak dapat hanya disunting bisikan liar
seharusnya kau dapat merasakan
keharumannya yang tidak hanya sekedar
memaharkan kerinduan yang banal
seharusnya kau merengkuhnya
bukan harum pada setiap lekuk kelopaknya
tapi juga menghisap setiap putik sarinya
seharusnya di sana kau menjelma
bukan hanya sebagai seekor kumbang
yang menyengatkan setiap harapan
seharusnya kau adalah bagian
yang tak terpisahkan dari persetubuhan
perjanjian rahasia di balik setiap erangan
Denpasar 24052014
AKSARA YANG HILANG
haruskah tautan itu kulepaskan
sebagai seorang perempuan
di mana induk kasih sayang itu
seharusnya kuperamkan
haruskah mereka kehilangan
sebuah aksara: ibu
sebagai sebuah warisan
dengan kata ganti kebencian
serupa kutukan
haruskah aku tak berpaling
hanya untuk keangkuhan
dari sebuah perselingkuhan
di balik aksara-aksra puisi
untuk selalu kulantunkan
haruskah di seluruh panggung
aku berdiri untuk menabuhkan
semua keyakinanku yang rapuh
sebagai sebuah kebenaran
dan mengorbankan kasih sayangku
haruskah keegoanku sebagai perempuan
terus kupertahankan hanya untuk
melangkah menuju jalan kebebasan yang semu
hanya untuk setiap aksara yang kemudian
lenyap di antara lipatan-lipatan makna
lalu di manakah arti sebuah makna
jika kelak semua akan sirna
apakah di ujung sebuah pertanyaan
yang tak memerlukan sebuah jawaban
dari liang kehidupan terdalam
dan ternyata di sana membentang
hanya sebuah kelenggangan
Denpasar22052014- Ilustrasi : google
HARI TUBA
ini malam untuk tuba
aku meneguknnya
tandas, kau terlepas
dari setiap helaan napas
ini pagi penuh jelaga
kau tertawa di seberang sana
penuh dusta
tak ingin lagi kupercaya
meskipun atas nama cinta
jika senja di pelupuk mata
biarkan aku mengatupnya
meskipun bersimbah kecewa
semua harus sirna
sebagai takdir
harus kuterima
DENPASAR, MAY 2014
MENJELMA
sudah kutuang semuanya untukmu
tak ada lagi yang tersisa.
tumpah sudah seluruh waktu
seperti apa yang kau mau,
menjelma rindu tempat menunggu
kini aku seperti kepompong
menunggu musim bunga
untuk menjelma sebagai kupu-kupu
menghisap sari-sari cintamu
dari setiap kepak rindu tanpa batas
jika seluruh waktu telah tumpah
jika aku telah menghisap setiap madu
jangan kau biarkan gairah rinduku
menjadi empedu yang bertuba
dan membuatku menggelepar
di pelaminan waktu
sekedar menyetubuhi bau napasku
kini terlumat sudah seluruh jiwaku
setiap bisikan dan erangan kau tahu
telah menjelma sayap kupu-kupu
mengepak-ngepak tanpa suara
untuk meyakini dirimu pada setiap lekuk waktu
Denpasar 15052014-ilustrasi : google
REMAH-REMAH
hanya remah-remah. tak lagi kukunyah
meski kadang masih tersisa rasa sepah
tapi bukan karena bersikap pasrah
bukan menyerah setelah bertaut seluruh rasa
tapi keikhlasan menerima apa adanya
jika kasihku tak lagi sepanjang galah
tapi sepanjang napas dan langkah
maka kini kubiarkan semuanya luruh
sebab kutahu semua akan kembali tumbuh
meskipun mungkin di luar waktu
di mana kesetiaan dan pengingkaran
harus menjadi bagian yang kutempuh
tak ada lagi memang yang harus disesalkan
ketika pilihan telah dijatuhkan
meskipun aku harus mengurai setiap bayangan
seperti kau mengurai setiap anak rambutku
dalam setiap kesempatan, kubiarkan mata terpejam
dan merasakan setiap sentuhan terdalam
jika kau adalah bagian yang tak terpisahkan
Denpasar1305 2014- ilustrasi : google
Langganan:
Komentar (Atom)



