Jumat, 06 Juni 2014

Hmm

mendung di luar jendela
angin tak menyapa
kini tak ada lagi yang tersisa
kopi pun tandas di atas meja
tak ada yang bisa kureguk
kecuali kesendirianku

harapan, hanya seulas senyuman
mengurai dalam ke kosongan
aku tak tahu, kenapa ada rasa
yang meretas seperti ini
tak bisa kutepis atau kulumat
agar kesangsian tak merayap
menyekap seluruh rasa
ke dalam ketiadaan
selalu saja tak membiaskan pilihan

meradang atau berdendang
semuanya menjadi tak nyaman
padahal aku sudah alpakan
seluruh kenangan dari ingatan
Sebab aku harus berjalan
ziarahi perjumpaan
dari sekedar pertemanan

namun bayangan itu selalu datang
menggores perasaan terdalam
Haruskah aku mengenalmu?
Lalu membuat pertaruhan?

Hm....




Dps Juni 2014bersama HG

Minggu, 01 Juni 2014

LELAKI METONIMY ITU


---kepada remmy novaris dm



belum pernah aku mengenal seorang lelaki
membunuh dirinya sendiri berulangkali
lelaki yang selalu bangkit dari kematiannya
dan membiarkan dirinya menggores
setiap aksara di jalan-jalan yang sepi
hanya untuk mendustai setiap keyakinannya
sebagai orang yang sesat dari kesetiaan

tetapi selalu saja aku menziarahinya
dan berkisah bersama tentang hari-hari
yang selalu dilepaskan dari tubuhnya
hanya untuk mencari catatan harianku yang hilang
agar dapat kembali membacanya
dan lelaki itu tak pernah bosan mendengar
setiap bisikan yang kuerangkan sebagai kutukan
selalu saja diaminkannya dengan napas cumbuan
yang membuatku mabuk di ujung kisah

entah kenapa, aku tak juga bisa berpaling
setiapkali ia bersijingkat di celah waktu
dan mengintipku dari sana
ketika aku sedang mengunyah buah apel
pada siang hari hingga membuatku tersedak
setelah aku menyadari buah itu
telah dikunyahnya sedemikian lahapnya

sungguh tak pernah aku membayangkan
lelaki itu dapat mengukur setiap lekuk resahku
dan berdongeng tentang keperempuananku
yang telah kutanggalkan sejak mengenalnya
hingga aku tak tahu bagaimana cara melupakannya

 
Denpasar 3005 2014


SEHARUSNYA



seharusnya kau tak pernah ragu
jika aku adalah perempuan
yang memiliki kesetiaan dan kesabaran

seharusnya pula jangan kau sia-siakan
hanya dengan kecemburuan
apalagi dengan penghianatan

seharusnya kau tahu sejak dahulu
jika perempuan adalah mawar
yang tak dapat hanya disunting bisikan liar

seharusnya kau dapat merasakan
keharumannya yang tidak hanya sekedar
memaharkan kerinduan yang banal

seharusnya kau merengkuhnya
bukan harum pada setiap lekuk kelopaknya
tapi juga menghisap setiap putik sarinya

seharusnya di sana kau menjelma
bukan hanya sebagai seekor kumbang
yang menyengatkan setiap harapan

seharusnya kau adalah bagian
yang tak terpisahkan dari persetubuhan
perjanjian rahasia di balik setiap erangan

 
Denpasar 24052014
 

AKSARA YANG HILANG



haruskah tautan itu kulepaskan
sebagai seorang perempuan
di mana induk kasih sayang itu
seharusnya kuperamkan

haruskah mereka kehilangan
sebuah aksara: ibu
sebagai sebuah warisan
dengan kata ganti kebencian
serupa kutukan

haruskah aku tak berpaling
hanya untuk keangkuhan
dari sebuah perselingkuhan
di balik aksara-aksra puisi
untuk selalu kulantunkan

haruskah di seluruh panggung
aku berdiri untuk menabuhkan
semua keyakinanku yang rapuh
sebagai sebuah kebenaran
dan mengorbankan kasih sayangku

haruskah keegoanku sebagai perempuan
terus kupertahankan hanya untuk
melangkah menuju jalan kebebasan yang semu
hanya untuk setiap aksara yang kemudian
lenyap di antara lipatan-lipatan makna

lalu di manakah arti sebuah makna
jika kelak semua akan sirna
apakah di ujung sebuah pertanyaan
yang tak memerlukan sebuah jawaban
dari liang kehidupan terdalam
dan ternyata di sana membentang
hanya sebuah kelenggangan

 
Denpasar22052014- Ilustrasi : google

HARI TUBA


ini malam untuk tuba
aku meneguknnya
tandas, kau terlepas
dari setiap helaan napas

ini pagi penuh jelaga
kau tertawa di seberang sana
penuh dusta
tak ingin lagi kupercaya
meskipun atas nama cinta

jika senja di pelupuk mata
biarkan aku mengatupnya
meskipun bersimbah kecewa
semua harus sirna
sebagai takdir
harus kuterima

 


DENPASAR, MAY 2014

MENJELMA



sudah kutuang semuanya untukmu
tak ada lagi yang tersisa.
tumpah sudah seluruh waktu
seperti apa yang kau mau,
menjelma rindu tempat menunggu

kini aku seperti kepompong
menunggu musim bunga
untuk menjelma sebagai kupu-kupu
menghisap sari-sari cintamu
dari setiap kepak rindu tanpa batas

jika seluruh waktu telah tumpah
jika aku telah menghisap setiap madu
jangan kau biarkan gairah rinduku
menjadi empedu yang bertuba
dan membuatku menggelepar
di pelaminan waktu
sekedar menyetubuhi bau napasku

kini terlumat sudah seluruh jiwaku
setiap bisikan dan erangan kau tahu
telah menjelma sayap kupu-kupu
mengepak-ngepak tanpa suara
untuk meyakini dirimu pada setiap lekuk waktu

 


Denpasar 15052014-ilustrasi : google

REMAH-REMAH



hanya remah-remah. tak lagi kukunyah
meski kadang masih tersisa rasa sepah
tapi bukan karena bersikap pasrah
bukan menyerah setelah bertaut seluruh rasa
tapi keikhlasan menerima apa adanya
jika kasihku tak lagi sepanjang galah
tapi sepanjang napas dan langkah

maka kini kubiarkan semuanya luruh
sebab kutahu semua akan kembali tumbuh
meskipun mungkin di luar waktu
di mana kesetiaan dan pengingkaran
harus menjadi bagian yang kutempuh

tak ada lagi memang yang harus disesalkan
ketika pilihan telah dijatuhkan
meskipun aku harus mengurai setiap bayangan
seperti kau mengurai setiap anak rambutku
dalam setiap kesempatan, kubiarkan mata terpejam
dan merasakan setiap sentuhan terdalam
jika kau adalah bagian yang tak terpisahkan

 
Denpasar1305 2014- ilustrasi : google