Rabu, 13 Agustus 2014

PERKAWINAN DINI



percintaan daun adalah percintaan
di antara hembusan angin
yang bercumbu dalam gesekan-gesekan
pelepah dan ranting-ranting
merimbunkan hutan-hutan yang basah
meneduhkan seluruh kisah
tapi peradaban kemudian telah menjarah
seluruh isinya hingga meranggas

hutan pun tumbuh dalam desah napas yang lain
menjadi tiang-tiang pancang
menjulur ke langit-langit impian
bulan telah berganti cahaya lampu-lampu pijar
manusia menjadi laron rindu cahaya
tapi terkapar dan menggelepar
di balkon-balkon peradaban
di hotel-hotel berbintang
berzinah dengan seluruh impian
dan terkapar di ranjang kemunafikan
dengan napas tersenggal orgasme kekuasaan
hingga khatam membacanya

pernikahan batu pun menyumbat airmata
membendung seluruh sungai
menjadi hasrat yang tertunda
gemercik air pun menjadi suara penyesalan
ketika menderaskan banjir bandang
dan batu-batu menggelinding
dari sebuah mitologi sishipus
untuk mengulas kesalahan yang sama
tanpa penyesalan tapi pengabdian
tanpa dapat lagi menyisakan sebuah tanda
atau sebuah fenomena untuk diamini

perkawinan musim pun adalah putik sari
yang dihisap dari kelopak-kelopak bunga
hingga musim pun berganti
dan seluruh kisah pun berhenti
bunga-bunga layu di ujung musim
di mana dada biru langit terbuka
melepaskan jubah-jubah awan
cakrawala pun telanjang
dengan tatapan yang jalang
matahari meranggaskan peradaban
di sana seluruh tanda pun sirna
tanpa ada yang dapat kau baca

Denpasar 13082014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar