Selasa, 19 Januari 2016

BUAH KARMA




waktu yang terkunci dalam kamar
telah kukangkangi seluruh cermin
bukan untuk bersolek dan mengukur
seluruh lekuk kesetiaan padamu

di sana di atas lantai yang dingin
di antara lemari yang menyimpan
setiap helai gaun dan kenangan
telah kulepaskan penuh kebebasan
di antara lipatan-lipatan tubuh
hanya untuk sebuah persembahan
dalam sebuah upacara bersamamu

tak ada lagi dusta yang dapat dikenakan
pada ketelanjangan jiwa kita
tak ada lagi seekor ular dalam apel
untuk kita telan bersama
sebagai buah simalakama
hanya disebabkan oleh karma yang sama

DPS 26 11 2015 ilustrasi : google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar