Selasa, 19 Januari 2016

PEREMPUAN NARASI




perempuan yang berdiri di ambang pintu
tak lagi mengetuk dengan penuh kutuk
sesekali menjalin rambutnya
dengan seulas senyum kedamaian
selesai merampungkan sisa malam

: "jangan lagi kau bertanya hak dan kewajiban
telah kutata piring dan gelas di atas meja
di antara menu makan siang dan malam!"

perempuan yang melangkah di sepanjang jalan
menyusuri bayangan sepanjang tahun
di antara terik matahari dan kuyup di bawah hujan
kini tak pernah lagi mengenakan gaun
sebab tahu terpanggang atau tergenang
hanya sisipan untuk setiap pengharapan

: "jangan lagi kau bertanya tentang awal dan akhir
di antara pertemuan dan perpisahan
di antara keriangan dan tangisan
kecuali sebagai dongeng untuk setiap kisah
jika cinta tak pernah lelah untuk berbagi"

perempuan itu tak lagi di ambang pintu
tak juga melangkah di jalan yang lengang
di antara desahan napasnya yang lembut
ada gairah puisi yang terus memagut
untuk dibaca sebagai narasi yang panjang
tanpa awal atau tanpa akhir

Denpasar 05 01 2016 - Ilustrasi N art

Tidak ada komentar:

Posting Komentar