Rabu, 23 April 2014

BLUES DAN KOPI MANIS




sebenarnya aku tak ingin berkisah tentang perjalanan waktu yang sudah terentang begitu jauh, melewati batas-batas ruang yang kemudian hanya meninggalkan jejak-jejak kenangan, yang semakin lama semakin mengabur dari ingatan dan tinggal bayangan di pelupuk mata

namun setiapkali aku duduk di sana, di sudut cafe yang remang-remang, seraya menghisap sebatang rokok, di antara musik blues dan secangkir kopi, kau menawarkan seluruh menu perjalanan pulang itu, tanpa sedikit pun kau memberiku kesempatan untuk mengelak

dan aku membiarkan seluruh kenangan itu tumpah kembali bersamamu, setiapkali aku mabuk dan kau mencumbuku di sepanjang perjalanan, hingga seluruh malam berlepasan dari tubuhku, yang membuatku memahami perbedaan dari jenis kelamin antara lelaki dan perempuan, antara siang dan malam, juga impian dan kenyataan

kau pun telah membuatku lebih dewasa dari setiap percakapan dan erangan
sebelum kau dan aku terkapar di ujung ketidakpastian, dan kau seperti penyanyi blues yang tua dalam secangkir kopi hitamku dan kepulan asap rokokku



Denpasar 24042014 - ilustrasi : google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar