Rabu, 30 April 2014

MENU KERINDUAN


menyusun waktu seperti menyusun rindu di antara sendok dan garpu di atas meja. percakapan piring dan gelas, berdentingan. jangan pernah meninggalkan remah pada setiap butir percakapan. jangan pernah membiarkan setetes air tumpah dari bibir yang merekahkan bisikan.

di atas meja itu telah kususun seluruh perhatian, di antara menu sayur asam, tumis petai dan sambal terasi. tapi kau selalu bilang alpa dari jalan pergi dan jalan pulang. padahal telah kau tandaskan seluruh isi meja tanpa menyisakan menu malam untukku

kini aku hanya dapat menyusun sendiri impian-impianku, di antara dengkur dan napasmu yang menempel di dinding kamar. setelah kau berteriak untuk tidur cepat di luar jam kantuk. tanpa pernah kau tahu impian pada saat terjaga begitu nyata ketimbang impian di dalam tidur

 
Denpasar26042104

Tidak ada komentar:

Posting Komentar