Senin, 27 Agustus 2018

DI SALASAR WAKTU


bagaimana harus berbicara tentang ombak
jika luas laut tak pernah kau pahami sebatas cakrawala
bagaimana harus berbicara tentang awan
jika luas langit tak pernah kau terawangi
bagaimana harus berbicara tentang senja jatuh
jika hari-hari yang kau lintasi, menyita semua langkah
tanpa pernah sadar di mana tempat berpijak
jika sekadar ingin menjadi orang bijak


saatnya memang bukan lagi bertanya
dan melempar semua jawaban dengan kemarahan
sudah kuhidangkan menu di atas meja
sampai waktu begitu basi, tak juga tersentuh
oleh lidahmu yang tak pernah menyecap
sebutir garam pun di ujung atau pangkal lidah

jangan pernah lagi kau berkisah tentang
sebatang pohon berdiri tegar tanpa akar
meskipun dalam sebuah kelakar
jika semua tumbuh dari buah zakar yang sama
di mana setiap benih selalu ditaburkan
dan kasih sayang dilahirkan di pelaminan
untuk diumbar di seluruh salasar
maka kini aku memilih tak berkabar

Denpasar 01 10 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar