Senin, 27 Agustus 2018

KOPI TANPA GULA


sudah kuseduh kopi tanpa gula
sebagai penawar tubuh yang malam
hanya secangkir yang kutunjukan
apakah kau dapat merasakan pahitnya?


sudah kuseruput dari bibir cangkir
dari ujung lidah hingga ke pangkal
membuatku terpejam di kedalaman rasa
dan aku lupa dari mana asalnya

peradaban memang selalu berawal dari ujung lidah
sebelum setiap rasa diungkapkan dalam setiap desahan
di mana kopi berawal disajikan
dan berakhir pada sisa ampas di ceruknya
jika semua kenikmatan harus ditandaskan

Dps 07 02 18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar