Senin, 27 Agustus 2018

MONOLOG DI LUAR PANGGUNG


sungguh aku tak pernah mencari malam
tak juga mencari siang untuk sekadar
menikahi bayangan agar dapat mengenal lekuknya
di mana aku dapat menggeliat dan menerjemahkan
sebuah monolog di akhir pertunjukan


sungguh, aku tidak ingin mengatakan
jika sebuah peran berakhir pada sebuah pertunjukan
dan kau hanya mengenalku
di atas panggung sebagai anak wayang
tanpa pernah mengenalku di luar panggung

sungguh, di atas sana, aku dapat menjadi apa saja
aku dapat bernyanyi dan tertawa
juga menari meskipun di luar cerita
tanpa perduli kau suka atau tidak suka
atau mengaguminya tanpa kau tahu
jika aku sudah terlempar ke luar diriku sendiri

sungguh, kau tak lagi pernah percaya
jika diriku tinggal selongsong tubuh tanpa ruh
di mana setiap peran berbalik memainkan diriku
dan selalu meninggalkanku
di sudut di belakang panggung

sungguh, di sana kelak kau akan menemukanku
jika aku bukan sebuah bayangan
dari sebuah peran di mana semua peran
datang dan pergi menyetubuhiku
kecuali, menyisakanku sebuah keterasingan
pada diriku sendiri

Denpasar 08 11 2017


Catatan:
sehabis menyaksikan pementasan monolog
di Sanggar Tari Warini - Denpasar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar