Selasa, 10 September 2013

BERTUDUNG CAHAYA BULAN




bertudung cahaya bulan
aku melintasi impian semalam
dan aku melihatmu di sana
menjadi pemulung sisa bayangan
di antara sampah-sampah puisi
di lembar-lembar cabikan
celana dalam kaumku
tapi tak ada perawan suci di situ

bertudung cahaya bulan
aku melihatmu mabuk
dengan mulut yang kotor
menyumpahi seluruh kebinalan
setelah kelaminmu terbakar
oleh penyakit menular
dan kau meriang memaki
semua persetubuhan
sebagai pezinahan

bertudung cahaya bulan
aku melihatmu merayap
seperti seekor tikus yang keluar
dari liang got-got tersembunyi
dengan tubuh tambun
dan kuyup oleh amis sperma
setelah menyetubuhi diri sendiri
mengatas namakan perempuan

bertudung cahaya bulan
aku selimuti dirimu dengan malam
tidurlah dalam kelam
hingga membusuk di kedalaman
liang impian yang kau rindukan
sebagai sebuah kenyataan

bertudung cahaya bulan
malam hanya merentangkan udara
yang menebarkan bau bangkai
dari tubuhmu yang mulai membusuk
sebagai lelaki pecundang
yang menggarami diri sendiri

bertudung cahaya bulan
aku hanya dapat menyapamu
dengan seberkas sinarku
untuk mengurapi dirimu
dari setiap kelalaian



Dps110092013- ilustrasi : google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar