Kamis, 19 September 2013

Rambut Hujan



kuseberangi germis dengan langkah bersijingkat
kuyup sudah seluruh tubuhku
dan rambutku terurai seperti hujan
tapi kau tak mendengar jejak langkahku
kau hanya mendengar bisikku
tiris dalam setiap desah napasmu

dan di sana kau hanya duduk terpana
menatap wajahku dari balik wajahmu
kau seperti menatap orang asing
yang melintasi kehidupanmu
seraya bertanya padaku

tak kusebutkan namaku
tak kusebutan atas nama hujan
biarlah semuanya turun sebagaimana adanya
biarlah mengalir ke setiap pertanyaanmu

rambutku tak lagi berkepang hujan
tapi berderai seperti hujan
dan mataku hanya menyimpan genangan
hanya untuk kubangan dari impianmu

sementara kau masih terus saja memburuku
dengan setiap pertanyaan
yang tanpa kau sadari, hanyut
hingga ke rongga laut
di antara kebebasan yang kau tuntut
tapi hanya membuatku berlumut


Denpasar19092013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar