Jumat, 03 Mei 2013



Menjerang Airmata


seharusnya aku tak lagi menata meja bersamamu
jika sepanjang hari kau hanya menghamburkan
remah-remah kemarahan di atasnya
hanya untuk alasan yang sama sekali tak beralasan

sudah terlalu lama aku mencuci piring, sendok dan garpu
dengan airmata yang kau jerang setiap waktu
hanya untuk menumpahkan kata-kata yang paling kotor
sebagai seorang pecundang untuk menegakkan
tiang yang rapuh di pusar rumah yang tak lagi beratap

mungkin suatu saat, aku tak lagi membentangkan sprei,
menata guling dan bantal untuk impianmu
jika kau hanya ingin menumpahkan kemandulanmu
dan kau meradang sendiri mengigit malam di punggungmu

tapi aku perempuan yang meletakkan kasih
di atas kepasrahan, bukan sebagai kodrad
maka seluruh kemurtadan biarlah membasuh
seluruh kesabaranku di atas lantai yang dingin
agar jejak kemungkaranmu tak terbaca olehku


Dps03052013-ilustrasi-google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar