Kamis, 02 Mei 2013

KANVAS AKSARA



setiap puisi yang kutulis
tidak lagi dengan tinta
tidak juga dengan airmata
tetapi dengan darah mengalir
dari setiap pembuluh rasa
hingga berdebar di relung dada

setiap puisi yang kutulis
pada setiap baris
adalah rentangan-rentangan garis
di situlah sapuan jiwaku terlukis
dengan makna yang tak habis
dan tak pernah terkikis

setiap puisi yang kutulis
di atas kanvas yang terbuka
kutumpahkan seluruh warna
dari kehidupanku yang fana
di mana seluruh peristiwa
mengalir dengan apa adanya

setiap puisi yang kutulis
jangan lagi kau bertanya
arti dari sebuah aksara
jika kau mengejanya
hanya dengan satu warna

sebab, kelak kau akan kecewa
karena membacanya
hanya sebagai jelaga semata
di mana seluruh rasamu akan sirna
tanpa kau temukan rahasia
yang tersimpan di dalamnya


DPS0404 2013-ilustrasi: NA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar