Kamis, 09 Mei 2013

Menggumuli Kata ke Ujung Pelaminan Bahasa






masih kurasakan cumbuan hangatmu semalam
hingga kau dapat mengulum seluruh peristiwa
dari setiap kata yang kuerangkan di dalam
setiap napas puisi mengalirkan seluruh denyut
gairahmu untuk mencapai puncak hasrat
hingga membuatku terlambung oleh erangan tertahan

ah, lelaki jantan, jangan kau tertegun membaca
setiap kelopak mawarku yang menguncup dan merekah
tetapi hembuskanlah gairahmu agar lebih basah
sehingga menyatu pada napas percintaan kita
di mana setiap kata yang kita gumuli bersama
menjadi lebih bermakna di ujung pelaminan bahasa

ya, tak perlu kita padamkan lampu, ketika aku
berbisik di tepi telingamu yang selalu ingin mendengar
setiap desahku pada setiap baris puisi, agar kau
dapat menikmati sepenuhnya red wine
yang kita tuangkan bersama dalam impian
dan bianglala membentang di atasnya




Dps09052013-ilustraso:google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar